- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Soroti Lemahnya Pengcab Cabor Jelang PON 2028, Hanya 6 Daerah yang Aktif

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Menjelang gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti lemahnya struktur kepengurusan cabang olahraga (pengcab) di sejumlah kabupaten/kota. DPRD menilai ketidakteraturan organisasi menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya membangun prestasi olahraga di daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan bahwa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya enam daerah yang memiliki pengcab aktif, sementara sisanya masih stagnan atau dalam proses pembentukan ulang.
“Kita akan panggil semua pengurus cabang untuk dievaluasi sejauh mana kesiapan mereka, hambatan yang dihadapi, dan perbaikan yang diperlukan,” ujar Sapto.
Baca Lainnya :
- Jahidin Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemprov Kaltim di Jalan Angklung0
- Sarkowi Soroti Tumpulnya Penegakan Hukum Lingkungan terhadap Perusahaan Besar0
- Salehuddin Tegaskan: Tak Ada Toleransi Lagi untuk Kendaraan ODOL dan Jalan Umum Dijadikan Hauling0
- Reklamasi Fiktif Tambang Kaltim Disorot DPRD, Salehuddin Apresiasi Langkah Tegas Kejati0
- Samsun Dorong Peningkatan PAD dan Perencanaan Matang di Awal Kepemimpinan Aulia–Rendi0
Ia menegaskan bahwa keberadaan pengcab aktif sangat menentukan keberlangsungan pembinaan atlet. Tanpa struktur organisasi yang berjalan baik, pembibitan dan capaian prestasi hanya akan menjadi wacana.
“Prestasi tidak akan berjalan jika organisasinya tidak tertata dengan baik,” tegasnya.
Sapto mencontohkan cabang olahraga Kurash, yang menurutnya telah tiga kali berganti kepengurusan dalam waktu singkat. Situasi ini dinilai tidak sehat bagi kontinuitas pembinaan atlet.
Menurut Sapto, pembenahan pengcab tidak bisa diserahkan hanya pada internal cabang olahraga. Ia menekankan perlunya koordinasi aktif antara DPRD, Dispora, KONI, dan pemerintah daerah untuk membangun sistem kelembagaan olahraga yang berkelanjutan.
“Nantinya kita dorong juga program pembibitan, kejuaraan-kejuaraan daerah, serta pembenahan organisasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas sejumlah cabor asal Kaltim yang tidak masuk dalam daftar pertandingan PON mendatang, bukan karena dicoret, tetapi karena ketidaksiapan tuan rumah dalam menyediakan venue.
Meski demikian, Sapto optimistis Kaltim tetap memiliki peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi, selama ada komitmen dalam memperkuat kelembagaan dan membangun sistem manajemen olahraga yang konsisten.
“Sistem yang kuat, kepengurusan yang konsisten, dan manajemen yang terstruktur akan jadi kunci bagi Kaltim dalam menghadapi PON 2028 dan memperkuat posisi sebagai daerah penghasil atlet berprestasi,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
