- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Perkuat Ekonomi Syariah

Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pelaku usaha, dan lembaga keuangan syariah dalam memperkuat ekosistem ekonomi berbasis syariah di Kaltim.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Rakornas Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI dan Indonesia Coffee Meetup 2025 di Balikpapan, 1–3 Agustus 2025. Acara tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan usaha halal dan ekonomi keumatan.
“DPRD Kaltim siap bersinergi dengan MUI dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ekosistem bisnis syariah tumbuh berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Darlis.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Fokus Perkuat SDM Lewat Pendidikan, UMKM, dan Tenaga Kerja0
- DPRD Kaltim Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Merata0
- DPRD Kaltim Desak BUMD Segera Sesuaikan Tata Kelola dengan PP 54/20170
- Ketua DPRD Kaltim Pastikan Aspirasi Reses Terintegrasi ke Perencanaan Daerah0
- Fraksi Demokrat–PPP Serap 249 Aspirasi Reses, Desak Pemprov Kaltim Tindak Lanjut0
Ia menekankan peran UMKM, pesantren, dan komunitas muslim sebagai penggerak utama ekonomi syariah. Pesantren, lanjutnya, harus berkembang bukan hanya sebagai pusat dakwah dan pendidikan, tetapi juga pusat pertumbuhan wirausaha berbasis syariah yang mandiri dan kompetitif.
Menurut Darlis, hasil Rakornas PINBAS MUI, yang membahas regulasi usaha syariah, digitalisasi bisnis halal, hingga strategi branding produk halal untuk pasar global, dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah. “Pembangunan ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur, tapi juga memperkuat fondasi sosial-ekonomi masyarakat dari sisi pemberdayaan umat,” tegasnya.
Ia berharap ekonomi syariah benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan daerah, bukan sekadar jargon, melainkan mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
