- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Fraksi Demokrat–PPP Serap 249 Aspirasi Reses, Desak Pemprov Kaltim Tindak Lanjut

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Fraksi Demokrat–PPP DPRD Kalimantan Timur menegaskan agar Pemerintah Provinsi tidak mengabaikan 249 aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses masa sidang II tahun 2025. Laporan resmi hasil reses itu dibacakan anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, dalam Rapat Paripurna ke-28, Senin (4/8/2025).
Kegiatan reses berlangsung 1–8 Juni 2025 dengan kunjungan ke 12 kecamatan dan 28 desa/kelurahan di Dapil 2 (Balikpapan), Dapil 3 (Paser–Penajam Paser Utara), serta Dapil 6 (Bontang–Kutai Timur–Berau). Mayoritas aspirasi berkaitan dengan infrastruktur dan pendidikan, termasuk perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, hingga penerangan jalan umum. Warga juga mendesak pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur dan Muara Wahau serta pelebaran Jalan Mulawarman sebagai akses vital menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
Di sektor pendidikan, keluhan menyasar keterbatasan ruang kelas, fasilitas sekolah yang minim, dan program bantuan pendidikan Gratispol yang belum tersosialisasi. Warga juga menyoroti kualitas layanan BPJS di puskesmas dan rumah sakit, serta keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.
Baca Lainnya :
- Fraksi PAN–NasDem Desak Pemprov Kaltim Tindaklanjuti 298 Aspirasi Reses0
- PKB DPRD Kaltim Desak Pemerintah Atasi Ketimpangan Layanan Dasar0
- Gerindra DPRD Kaltim Desak Perlindungan Lahan Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan0
- Fraksi Gerindra DPRD Kaltim Soroti Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Warga0
- DPRD Kaltim Dukung Unmul Buka Program Studi Kedokteran Hewan0
Selain itu, petani dan nelayan mengusulkan bantuan alat, bibit unggul, perahu, hingga akses permodalan. Aspirasi penguatan ekonomi lokal juga muncul dari pelaku UMKM dan komunitas desa yang berharap adanya bantuan modal usaha, pelatihan, dan fasilitasi pasar.
Nurhadi menegaskan, pemerintah tidak boleh menolak usulan masyarakat hanya karena kendala administrasi. “Jika ada usulan yang dikembalikan karena persoalan administratif, seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anggota pengusul. Jangan langsung dibatalkan sepihak,” tegasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
