- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Fraksi Demokrat–PPP Serap 249 Aspirasi Reses, Desak Pemprov Kaltim Tindak Lanjut

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Fraksi Demokrat–PPP DPRD Kalimantan Timur menegaskan agar Pemerintah Provinsi tidak mengabaikan 249 aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses masa sidang II tahun 2025. Laporan resmi hasil reses itu dibacakan anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, dalam Rapat Paripurna ke-28, Senin (4/8/2025).
Kegiatan reses berlangsung 1–8 Juni 2025 dengan kunjungan ke 12 kecamatan dan 28 desa/kelurahan di Dapil 2 (Balikpapan), Dapil 3 (Paser–Penajam Paser Utara), serta Dapil 6 (Bontang–Kutai Timur–Berau). Mayoritas aspirasi berkaitan dengan infrastruktur dan pendidikan, termasuk perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, hingga penerangan jalan umum. Warga juga mendesak pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur dan Muara Wahau serta pelebaran Jalan Mulawarman sebagai akses vital menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
Di sektor pendidikan, keluhan menyasar keterbatasan ruang kelas, fasilitas sekolah yang minim, dan program bantuan pendidikan Gratispol yang belum tersosialisasi. Warga juga menyoroti kualitas layanan BPJS di puskesmas dan rumah sakit, serta keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.
Baca Lainnya :
- Fraksi PAN–NasDem Desak Pemprov Kaltim Tindaklanjuti 298 Aspirasi Reses0
- PKB DPRD Kaltim Desak Pemerintah Atasi Ketimpangan Layanan Dasar0
- Gerindra DPRD Kaltim Desak Perlindungan Lahan Pertanian dan Penguatan Ketahanan Pangan0
- Fraksi Gerindra DPRD Kaltim Soroti Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Warga0
- DPRD Kaltim Dukung Unmul Buka Program Studi Kedokteran Hewan0
Selain itu, petani dan nelayan mengusulkan bantuan alat, bibit unggul, perahu, hingga akses permodalan. Aspirasi penguatan ekonomi lokal juga muncul dari pelaku UMKM dan komunitas desa yang berharap adanya bantuan modal usaha, pelatihan, dan fasilitasi pasar.
Nurhadi menegaskan, pemerintah tidak boleh menolak usulan masyarakat hanya karena kendala administrasi. “Jika ada usulan yang dikembalikan karena persoalan administratif, seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anggota pengusul. Jangan langsung dibatalkan sepihak,” tegasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
