- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dewan Minta Perbaiki Sistem Beasiswa Kaltim, Buntut Dari Temuan Penyaluran Tak Tepat Sasaran

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim meminta Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP-BKT) untuk memperbaiki sistem pengelolaan beasiswa di Benua Etam tersebut.
Hal ini buntut dari temuan yang didapatkan oleh DPRD Kaltim menyangkut adanya siswa maupun mahasiswa yang tergolong mampu tetapi mendapatkan program beasiswa miskin.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin BPKl-BKT perlu memperbaiki sistem dari pendaftaran yang ada. Guna mendorong penyaluran beasiswa dapat tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- Pansus IP DPRD Kaltim Temukan Puluhan Truk Pengangkut Karung Batu Bara Beraktivitas Sekitar IKN0
- Pansus Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah Sambangi Pemprov DKI Jakarta0
- Ketua Komisi II DPRD Kaltim Soroti Persoalan Ganti Rugi Lahan di Ring Road 0
- Nidya Listiyono Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Menjelang Pemilu Serentak 20240
- Badan Kehormatan DPRD Kaltim: Jangan Kampanye Saat Reses0
Ia mengungkapkan bahwa tahun-tahun sebelumnya ditenukan terjadi adanya siswa maupun mahasiswa yang tergolong mampu justru mendapatkan program itu karena bantuan dari orang dalam.
Oleh karenanya, ia pun tak ingin hal itu terulang kembali pada 2023. Dirinya meminta kepada BP-BKT memperbaiki sistem pendaftaran online itu agar semakin diperketat.
"Memang benar kejadian seperti itu pernah terjadi bahkan dua tahun lalu, dan itu diakui oleh Badan Pengelola. Maka dari itu kami meminta supaya mereka memperbaiki sistem yang ada supaya bisa sesuai tepat sasaran," ucapnya, Selasa (28/2/2023).
Temuan kejadian tersebut juga berhasil ditemukan langsung oleh Salehuddin. Ia menyebut keluhan itu datang dari siswa di Kota Balikpapan yang seharusnya menjadi siswa prioritas penerima BKT justru tidak dapat merasakan manfaatnya.
"Karena siswa tersebut merupakan siswa yang tidak mampu, seharusnya kan ini prioritas, tapi justru tidak masuk, saya pikir ini catatan penting bagi badan pengelola," jelasnya.
Upaya lain yang dapat mengantisipasi hal itu kembali terjadi keterlibatan pihak sekolah dalam memberikan sosialisasi kepada seluruh siswanya sehingga evaluasi dari tahun sebelumnya dapat diminimalisir. (Ar/Adv)










.jpg)
