- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Nidya Listiyono Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Menjelang Pemilu Serentak 2024

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan hal yang tak baik ataupun sesuatu yang dapat memecah belah persatuan sehingga dapat merugikan keutuhan bangsa dalam menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilangsungkan pada tahun 2024 mendatang,
"Berpolitik ada kontesnya sendiri, makanya perlu diikuti kontes secara sportif dan jangan malah dijadikan senjata untuk merugikan orang lain," ungkapnya, Kamis (9/3/2023).
Nidya juga mengajak masyarakat agar lebih pintar dalam berpikir sehingga isu-isu sara yang dapat merugikan bisa terhindarkan, terutama pada lingkungan sosial.
Baca Lainnya :
- Badan Kehormatan DPRD Kaltim: Jangan Kampanye Saat Reses0
- Banyak Temuan Didapatkan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim0
- SDM Kaltim Perlu Ditingkatkan Dalam Menyambut Kehadiran IKN Nusantara 0
- Musrenbang Tingkat Kelurahan Sungai Merdeka, Masyarakat ingin Normalisasi Sungai0
- Sektor Pertanian Perlu Perhatian Lebih, Wakil Ketua DPRD Kaltim: Membangun Kemandirian Pangan0
"Perlu ada yang dikolaborasikan bersama masyarakat untuk menepis isu-isu sara dalam menyambut momentum politik itu, isu sara itu tidak baik dilakukan untuk bangsa ini," terangnya.
Menurut Nidya, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga harus berpikir agar masyarakat paham dan dapat melakukan apa yang telah disosialisasikan sehingga kecintaan bangsa Indonesia terus terawat.
"Makanya sosialisasi soal momentum politik itu rutin dilakukan agar masyarakat paham mekanismenya seperti apa nanti. Jangan sampai ada yang salah kiprah malah menjadikan itu adalah sesuatu perpecahan," sebutnya. (Ar/Adv)










.jpg)
