- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Nidya Listiyono Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Menjelang Pemilu Serentak 2024

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan hal yang tak baik ataupun sesuatu yang dapat memecah belah persatuan sehingga dapat merugikan keutuhan bangsa dalam menyambut pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilangsungkan pada tahun 2024 mendatang,
"Berpolitik ada kontesnya sendiri, makanya perlu diikuti kontes secara sportif dan jangan malah dijadikan senjata untuk merugikan orang lain," ungkapnya, Kamis (9/3/2023).
Nidya juga mengajak masyarakat agar lebih pintar dalam berpikir sehingga isu-isu sara yang dapat merugikan bisa terhindarkan, terutama pada lingkungan sosial.
Baca Lainnya :
- Badan Kehormatan DPRD Kaltim: Jangan Kampanye Saat Reses0
- Banyak Temuan Didapatkan Pansus Investigasi Pertambangan DPRD Kaltim0
- SDM Kaltim Perlu Ditingkatkan Dalam Menyambut Kehadiran IKN Nusantara 0
- Musrenbang Tingkat Kelurahan Sungai Merdeka, Masyarakat ingin Normalisasi Sungai0
- Sektor Pertanian Perlu Perhatian Lebih, Wakil Ketua DPRD Kaltim: Membangun Kemandirian Pangan0
"Perlu ada yang dikolaborasikan bersama masyarakat untuk menepis isu-isu sara dalam menyambut momentum politik itu, isu sara itu tidak baik dilakukan untuk bangsa ini," terangnya.
Menurut Nidya, pemerintah dan penyelenggara pemilu juga harus berpikir agar masyarakat paham dan dapat melakukan apa yang telah disosialisasikan sehingga kecintaan bangsa Indonesia terus terawat.
"Makanya sosialisasi soal momentum politik itu rutin dilakukan agar masyarakat paham mekanismenya seperti apa nanti. Jangan sampai ada yang salah kiprah malah menjadikan itu adalah sesuatu perpecahan," sebutnya. (Ar/Adv)










.jpg)
