- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Cegah Stunting, Dewan Kaltim Imbau Konsumsi Makanan Sehat

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk mengatasi kasus stunting di Benua Etam. Meskipun, angka prevalensi stunting di Kaltim ini masih lebih baik jika dibandingkan dari empat provinsi di Pulau Kalimantan namun mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis memberikan saran dan masukan pada pemerintah untuk membuat suatu program agar masyarakat bisa gencar memanfaatkan pekarangan atau halaman rumahnya, dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran dan buah-buahan.
"Makanya saya suka di satu RT atau ibu-ibu dasar wisma itu ada yang masuk sebagai kelompok wanita tani. Di pekarangan atau halaman rumahnya itu, mereka menanam sayur dan buah. Setiap saya tanya apakah ini dijual, mereka jawabnya enggak, justru ini sarana perbaikan gizi bagi anak-anak kita," ungkap Nanda, Minggu (26/3/2023).
Baca Lainnya :
- Kerja Sama Perusda MBS dan Pelindo Dinilai Dapat Tingkatkan PAD0
- Relisasikan Keterlibatan Perusda, Komisi II DPRD Kaltim Bahas Pengelolaan Pandu Tunda di Jembatan Ma0
- Lahan Persawahan di Kukar Tercemar Limbah, Alami Kerugian Capai Rp1,3 Miliar0
- Ganti Rugi Lahan Sawit di Desa Kerayaan, Masyarakat dan Perusahaan Belum Temukan Solusi0
- Wakil Dewan Kaltim Samsun: Revisi RTRW Segera Disahkan0
Stunting harus jadi atensi banyak orang, tidak dapat dilakukan jika pemerintah sendirian. Tetapi seluruh elemen, seperti keluarga maupun organisasi kemasyarakatan juga harus terlibat.
"Jadi saya nggak ngomongin besarnya, saya ngomongin gotong royong semua pihak," tutur dia.
Ia mengaku dalam pencegahan dan penanganan stunting sejatinya tidak hanya Pemprov saja, melainkan kabupaten kota turut ambil bagian.
Konsen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terhadap stunting ini harus menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, stunting berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Etam.
"Stunting ini menyangkut kualitas anak-anak generasi penerus bangsa, masa depan Kaltim dan Indonesia ada ditangan mereka. Tentu, ini juga menyangkut Indonesia Emas yang harus mempunyai SDM berkualitas bagus, harus dimulai dan ditata dari sekarang," paparnya. (Ar/Adv)










.jpg)
