- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Seno Aji Kritisi Program Jaminan Kesehatan, Sebut Belum Dirasakan Merata Masyarakat Kaltim

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Seno Aji
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Program jaminan kesehatan dianggap masih belum benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Timur. Padahal, APBD yang digelontorkan sebanyak 10 persen untuk sektor kesehatan di daerah.
"Informasi terkait jaminan kesehatan sangat perlu untuk disosialisasikan secara merata khusunya bagi setiap masyarakat Kalimantan Timur," imbau Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Seno Aji belum lama ini.
Lanjutnya, ia mengatakan bahwa banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui terkait jaminan kesehatan, itu diakibatkan penyebaran informasi yang belum merata, sehingga dibutuhkan sosialisasi lebih lanjut.
Baca Lainnya :
- Puji Setyowati Prihatin Terhadap Kebakaran Pabrik Smelter Nikel yang Menelan Korban Jiwa0
- Sambut IKN, DPRD Kaltim Dorong Pengembangan SDM Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan0
- Nidya Listiyono Dukung Gedung Dispora Lama Jadi Museum0
- Ketua HMI Cabang Sangatta Tuntut Kapolres Minta Maaf ke Semua Peserta Aksi0
- Kunjungi Polres Usai Demo, Kader HMI Sangatta Tuntut Ketua Cabang Mundur0
Seno berharap peran pemerintah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu bekerja sama secara optimal demi kesejahteraan masyarakat khusunya di sektor kesehatan.
“Semoga ke depan tidak ada lagi masyarakat kita yang sulit mendapatkan akses memperoleh jaminan kesehatan,” harapnya.
Oleh karena itu, Seno menegaskan kenaikan anggaran APBD tetap harus mengikuti konsekuensi belanja wajib di bidang pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia, inspektorat, dan lainnya.
“Pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bidang lain setelah belanja-belanja wajib diselesaikan terlebih dulu,” tutupnya Adv/DPRD Kaltim)










.jpg)
