- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
RSUD dr Abdul Rivai Terancam Turun Kelas, Makmur HAPK Soroti Manajemen

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Makmur HAPK. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai di Kabupaten Berau mendapat kritik tajam dari Makmur HAPK. Ia menyoroti potensi turunnya status rumah sakit pelat merah tersebut dari tipe B menjadi tipe D akibat lemahnya manajemen dalam menangani persoalan terkini.
Menurut Makmur, manajemen rumah sakit kurang menunjukkan kepekaan terhadap masalah yang ada. “Saya cukup menyesal, masalah ini tidak ditanggapi serius. Padahal semangat saya membangun fasilitas kesehatan itu sudah luar biasa,” ucapnya.
Mantan Bupati Berau periode 2005–2015 itu menjelaskan, pada masa kepemimpinannya evaluasi rutin terhadap RSUD dr Abdul Rivai kerap dilakukan melalui rapat. Ia menilai ancaman penurunan kelas seharusnya dapat diantisipasi sejak dini. “Persoalannya apa sampai rumah sakit bisa terancam jadi tipe D? Ini harus dijawab dengan serius,” tegasnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Sosialisasikan Perda Kepemudaan ke Mahasiswa Samarinda0
- DPRD Kaltim Minta RSUD Kanujoso Libatkan PUPR dalam Pembangunan Gedung Jantung Terpadu0
- Komisi I DPRD Kaltim Evaluasi Program dan Kebutuhan SDM Lima OPD0
- DPRD Kaltim Tinjau Proyek Jalan Tering–Ujoh Bilang Sepanjang 26 Km0
- DPRD Kaltim Bahas Revisi Perda dan Arah Bisnis Perusda0
Selain itu, politisi Partai Gerindra tersebut juga mengkritisi kebijakan pembangunan rumah sakit baru di Tanjung Redeb. Menurutnya, langkah itu tidak tepat karena RSUD dr Abdul Rivai juga berada di kecamatan yang sama, sementara kebutuhan tenaga dokter spesialis masih terbatas.
Makmur menilai, rencana pengembangan layanan kesehatan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Ia mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan keberadaan fasilitas yang sudah ada sebelum menambah rumah sakit baru.
“Kalau dokter dari sini dipindahkan ke sana, ya sekalian jadikan satu kesatuan. Tapi kalau mau dua rumah sakit, ya harus maksimal dua-duanya,” pungkas Makmur. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
