- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Program Pranikah Kemenag, Novan : Dapat Tekan Angka Perceraian

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Angka perceraian di Indonesia yang mencapai 35 persen setiap tahun dan menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag). Sebagai upaya pencegahan, Kemenag berencana meluncurkan program bimbingan pranikah yang akan berlangsung selama satu semester untuk mempersiapkan pasangan muda menghadapi tantangan pernikahan.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari DPRD Samarinda sebagai langkah mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan rumah tangga secara lebih matang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti dampak perceraian yang sangat besar, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Oleh karena itu, ia menilai bahwa bimbingan pernikahan yang lebih intensif menjadi solusi untuk menekan angka perceraian di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Tegaskan Kewajiban Perusahaan Bayar THR, Sani : Tidak Ada Toleransi0
- Harminsyah Apresiasi Seleksi Terbuka Guru Sekolah Bertaraf Internasional di Samarinda0
- Rohim sebut Revisi Perda Penanggulangan Bencana, Solusi Kurangi Risiko Bencana di Samarinda0
- Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Samarinda, Sinar Beri Tanggapan0
- Aris Usulkan Teknologi Barcode Untuk Tingkatkan Transparansi Reklame0
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyatakan bahwa edukasi pernikahan harus lebih digencarkan, khususnya bagi calon pengantin muda yang masih minim pengalaman dalam berumah tangga.
“Peningkatan sosialisasi tentang hukum pernikahan dan persiapan pasca pernikahan sangat penting untuk membangun rumah tangga yang lebih kuat,” jelasnya.
Novan sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat dengan memberikan masukan terkait kurikulum pendidikan pranikah yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat.
Di sisi lain, program pranikah dengan durasi lebih panjang berpotensi membuka celah bagi praktik percaloan. Namun, Novan optimistis bahwa Kemenag memiliki mekanisme pengawasan yang ketat untuk mencegah penyimpangan tersebut.
“Jika ada potensi penyalahgunaan, itu menjadi tanggung jawab pengawasan Kemenag agar program ini benar-benar berjalan sesuai tujuannya,” terangnya.
Lebih lanjut kata Novan, menambahkan bahwa faktor perceraian di Indonesia cukup kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, kurangnya komunikasi, hingga perbedaan visi dalam rumah tangga.
Dengan adanya pembekalan pranikah yang lebih intensif, ia berharap angka perceraian dapat ditekan dan pasangan yang menikah lebih siap secara mental maupun fisik.
“Program ini harus digalakkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar kualitas kehidupan rumah tangga masyarakat semakin baik dan kokoh,” tandasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
