- Pemkot dan DPRD Bontang Bahas Delapan Raperda dalam Rapat Paripurna
- Neni Hadiri Rapat Paripurna, Dewan Sampaikan Rekomendasi LKPJ Wali Kota Tahun 2025
- Perketat Pengawasan BBM Subsidi, Pemkot Bontang Usulkan Penambahan Kuota Serta SPBU Baru
- Andalkan Aplikasi “Hadap Balau”, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Wakil Wali Kota Bontang Pimpin Rakor Penyaluran BBM Bersubsidi
- Pemkot Bontang Perkuat SDM melalui Pembinaan LPK Swasta
- Neni Buka Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal
- Wakil Wali Kota Tekankan Sinkronisasi Program OPD Menuju Indonesia Emas 2045
- Wakil Wali Kota Tekankan Sinkronisasi Program OPD Menuju Indonesia Emas 2045
- UPT PPA Bontang Siapkan Safe House Rahasia untuk Lindungi Korban Kekerasan
Pemkot Bontang Perkuat SDM melalui Pembinaan LPK Swasta

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menggelar pembinaan LPK (Ist).
Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat sektor ketenagakerjaan, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta, yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Selasa (12/5/2026).
Baca Lainnya :
- Neni Buka Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal0
- Wakil Wali Kota Tekankan Sinkronisasi Program OPD Menuju Indonesia Emas 20450
- Wakil Wali Kota Tekankan Sinkronisasi Program OPD Menuju Indonesia Emas 20450
- UPT PPA Bontang Siapkan Safe House Rahasia untuk Lindungi Korban Kekerasan0
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi pondasi utama, dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ada sebanyak 42 LPK swasta se-Kota Bontang, turut dilibatkan dalam program strategis ini. Guna memastikan kurikulum pelatihan yang diberikan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja.
“Pelatihan kerja menjadi langkah penting meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya teknis, tapi juga membangun pola pikir dan kemandirian,” ungkapnya.
Ia menilai, penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kerja menjadi salah satu langkah penting, dalam menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan teknis, program tersebut juga diarahkan untuk membangun mental kewirausahaan, agar masyarakat mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Program pembinaan yang dijalankan Disnaker Bontang disebut telah memberikan dampak nyata, bagi perekonomian warga. Saat ini telah tercatat, sekitar 63 kelompok belajar dan warga binaan berhasil mengembangkan usaha mandiri setelah mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan.
“Bahkan sudah ada beberapa kelompok ibu rumah tangga, kini mampu memperoleh tambahan penghasilan, melalui usaha kecil dan keterampilan produktif yang mereka jalankan pasca pelatihan,” tambahnya.
Sehingga Pemkot Bontang berharap sinergi bersama LPK swasta, dapat terus diperkuat agar kualitas tenaga kerja lokal semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan industri, di Kota Bontang maupun kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.










.jpg)
