- Neni Perkuat Peran FKDM sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
- Pemkot Bontang Bakal Tata Kandang Ayam di Bontang Lestari, Neni Minta Tak Ada Penambahan Bangunan
- Neni Terima Brevet Kehormatan Arhanud, Tegaskan Sinergi Jaga Objek Vital Bontang
- Perubahan APBD 2026 Bontang: Pendapatan Naik, Tapi Silpa Turun Rp145 Miliar
- Agus Haris Dorong Evaluasi Luas Wilayah Bontang di Tengah Pengawasan Pajak Daerah
- Kemarau Melanda, Agus Haris Imbau Warga Bontang Hemat Air
- Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat
Neni Perkuat Peran FKDM sebagai Mata dan Telinga Pemerintah

Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendorong Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) memperkuat perannya dalam mendeteksi berbagai potensi persoalan di tengah masyarakat.
Informasi dari lapangan dinilai penting agar pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang lebih besar.
Neni mengatakan FKDM memiliki posisi strategis karena anggotanya bersentuhan langsung dengan berbagai unsur masyarakat. Kondisi tersebut membuat forum ini dapat membantu pemerintah membaca dinamika yang terjadi di tingkat bawah.
Baca Lainnya :
- Pemkot Bontang Bakal Tata Kandang Ayam di Bontang Lestari, Neni Minta Tak Ada Penambahan Bangunan0
- Neni Terima Brevet Kehormatan Arhanud, Tegaskan Sinergi Jaga Objek Vital Bontang0
- Perubahan APBD 2026 Bontang: Pendapatan Naik, Tapi Silpa Turun Rp145 Miliar0
- Agus Haris Dorong Evaluasi Luas Wilayah Bontang di Tengah Pengawasan Pajak Daerah0
- Kemarau Melanda, Agus Haris Imbau Warga Bontang Hemat Air0
Menurutnya, kewaspadaan dini tidak sebatas mengantisipasi gangguan keamanan. Perubahan sosial, persoalan lingkungan, hingga berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
“FKDM ini kita harapkan menjadi mata dan telinga pemerintah. Kalau ada gejala atau potensi persoalan di masyarakat, informasinya bisa disampaikan lebih awal sehingga kita tidak terlambat mengambil langkah,” ujar Neni dalam sambutannya, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika persoalan sudah membesar. Karena itu, koordinasi antara FKDM dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan perlu terus diperkuat.
Neni juga meminta FKDM tidak bekerja sendiri dalam menjalankan fungsi kewaspadaan. Komunikasi dengan berbagai forum masyarakat diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi Bontang secara lebih menyeluruh.
“Yang kita bangun adalah sistem kewaspadaan bersama. Pemerintah membutuhkan informasi dari masyarakat, sementara masyarakat juga membutuhkan kehadiran pemerintah ketika menghadapi persoalan,” katanya.
Neni berharap FKDM dapat menjalankan tugasnya secara aktif dan responsif. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, potensi konflik maupun persoalan lainnya diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani sedini mungkin.










.jpg)
