- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Neni Moerniaeni Diperiksa 3 Jam di Polres Bontang Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

ANALOGNEWS.id, BONTANG – Neni Moerniaeni, bakal calon Wali Kota Bontang, menjalani pemeriksaan intensif selama tiga jam di Polres Bontang pada Kamis (5/9/2024).
Pemeriksaan ini terkait laporannya terhadap Udin Mulyono, yang dituduh melakukan penghinaan dan menyebarkan hoaks pada Selasa (3/9/2024) lalu.
Kuasa hukum Neni, Kim Samuel, mengonfirmasi bahwa kliennya memberikan keterangan seputar dugaan pencemaran nama baik.
Baca Lainnya :
- Calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres0
- Polres Bontang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Loktuan, Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba0
- Asti Mazar: Perjuangan Perempuan di Tengah Kebijakan Anggaran Sensitif Pilkada0
- Dewan Dorong Fokus Pelatihan bagi Petani Lokal, Bukan Hanya ASN0
- Tes HIV/AIDS di Kutai Timur: Mendorong Skrining Rutin dengan Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia0
"Iya, tadi Bu Neni diminta keterangan terkait laporan pencemaran nama baik," ungkap Samuel.
Polres Bontang juga berencana memanggil saksi-saksi serta terlapor, Udin Mulyono, untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan awal untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci.
“Kami akan memastikan penyelidikan berjalan objektif dan sesuai hukum yang berlaku, tanpa memihak siapa pun,” ujar Iptu Hari.
Ia juga menjamin bahwa seluruh proses akan dilakukan secara adil dan transparan.
Kasus ini menjadi sorotan di Bontang, terutama menjelang pemilihan wali kota. Neni Moerniaeni berharap agar masalah ini segera dituntaskan, sementara pihak kepolisian terus mengusut kebenaran di balik tuduhan yang dilayangkan. (*)










.jpg)
