- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres

Keterangan Gambar : Neni Moerniaeni didampingi suaminya saat melapor ke Polres Bontang.
ANALOGNEWS.id, BONTANG — Calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengambil langkah hukum terkait tuduhan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Udin Mulyono, anggota tim pemenangan pasangan calon Basri Rase-Chusnul Dhihin.
Didampingi oleh suaminya, Andi Sofyan Hasdam, Neni secara resmi melaporkan Udin ke Polres Bontang pada Senin (3/9/2024).
Laporan ini bermula dari sebuah video yang menunjukkan Udin Mulyono sedang melakukan sosialisasi di wilayah Loktuan. Dalam video tersebut, Udin menyatakan bahwa terdapat lima anggota keluarga Neni yang terpilih sebagai anggota legislatif, sebuah klaim yang oleh Andi Sofyan Hasdam disebut sebagai hoaks.
Baca Lainnya :
- Polres Bontang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Loktuan, Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba0
- Asti Mazar: Perjuangan Perempuan di Tengah Kebijakan Anggaran Sensitif Pilkada0
- Dewan Dorong Fokus Pelatihan bagi Petani Lokal, Bukan Hanya ASN0
- Tes HIV/AIDS di Kutai Timur: Mendorong Skrining Rutin dengan Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia0
- DPRD Desak Penataan Aset Daerah yang Terintegrasi dan Transparan di Kutai Timur0
"Kami tidak terima. Dalam video itu, Udin menyebutkan bahwa Neni akan menggunakan kekuasaannya sebagai wali kota untuk memanfaatkan APBD Bontang demi kepentingan pribadi, termasuk mengembalikan biaya kampanye. Ini adalah penghinaan. Seolah-olah kami menjadi anggota DPRD untuk mencari uang dengan menghalalkan segala cara," tegas Andi Sofyan, yang juga mantan Wali Kota Bontang dua periode.
Andi Sofyan menjelaskan bahwa hanya ada empat anggota keluarga mereka yang saat ini terpilih menjadi anggota legislatif: dirinya sebagai anggota DPD RI, anaknya Andi Faizal Sofyan Hasdam sebagai anggota DPRD Kota Bontang, serta anak dan menantunya, Andi Satya Adi Saputra dan Shemmy Permata Sari, yang terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, Udin Mulyono menanggapi laporan tersebut dengan tenang. "Saya anggap ini bagian dari dinamika politik. Saya akan mengikuti proses hukum yang berlaku jika diperlukan. Bagi saya, ini seperti iklan gratis," ujarnya dengan nada santai.
Udin menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan saat sosialisasi adalah fakta terkait praktik politik dinasti keluarga Sofyan Hasdam. Menurutnya, jika Neni terpilih sebagai Wali Kota Bontang, potensi penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan keluarga sangat besar, dan hal itu dapat merugikan masyarakat Bontang.
"Ada lima orang dari keluarga ini, termasuk Neni jika terpilih. Ini adalah sebuah kenyataan," tutup Udin. (*)










.jpg)
