- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
Literasi: Kunci Masyarakat Kalimantan Timur Menyongsong Era Globalisasi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Dalam mengarungi derasnya arus globalisasi, literasi dan penguasaan bahasa tak lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar. Sapto Setyo Pramono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), mengingatkan pentingnya masyarakat Kaltim untuk meningkatkan kemampuan literasi guna menghadapi tantangan dunia yang semakin terkoneksi.
“Selama ini, banyak dari kita yang memilih cara instan, menghindari membaca mendalam,” ujar Sapto saat berbincang dengan awak media. “Jika ini terus dibiarkan, kita hanya akan menjadi negara konsumen, bukan pencipta.”
Sapto menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia sebagai salah satu hambatan besar. Literasi, menurutnya, lebih dari sekadar membaca dan menulis—ini adalah kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi dengan bijak. Ia menekankan perlunya pendidikan literasi yang kuat, baik melalui jalur formal maupun informal.
Baca Lainnya :
- Damayanti: Guru, Pilar Utama Kesuksesan Kurikulum Merdeka di Kaltim0
- Kawasan Bebas Asap Rokok, Langkah Strategis Wujudkan Generasi Sehat di Kaltim0
- Kemajuan di Era Digital, Tantangan dan Peluang Besar bagi Generasi Muda Kaltim0
- Pembangunan IKN dan Tantangan Perlindungan Hak Masyarakat Adat0
- Limbah Batu Bara Ancam Sungai Mahakam, Nelayan Jadi Korban0
Dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Sapto melihat peluang sekaligus tantangan besar bagi masyarakat lokal. Menurutnya, pembangunan fisik yang masif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam penguasaan bahasa dan literasi.
“Potensi Kalimantan Timur untuk berkembang sangat besar. Tapi jika kita tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.
Sapto juga mengingatkan bahwa globalisasi menuntut masyarakat untuk bisa bersaing di kancah internasional. Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu faktor penting. Ia menekankan, tanpa literasi yang kuat, masyarakat Indonesia akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pendidikan literasi, menurut Sapto, harus dimulai sejak usia dini. Ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis dan inovatif. Generasi muda harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global dengan kesiapan yang matang.
“Kalau kita tidak siap dengan bahasa dan literasi, kita akan tertinggal. Literasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya.
Sapto berharap upaya meningkatkan literasi menjadi prioritas bersama. Literasi bukan hanya modal untuk bersaing di dunia kerja, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan siap menghadapi era global.
Di tengah perubahan besar yang melanda Kalimantan Timur, penguatan literasi menjadi fondasi untuk memastikan masyarakatnya dapat berperan aktif, bukan hanya sebagai pengamat di panggung dunia. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
