- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
Kemajuan di Era Digital, Tantangan dan Peluang Besar bagi Generasi Muda Kaltim

Keterangan Gambar : Ilustrasi pesatnya kemajuan di era digital. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di era digital yang terus mendominasi berbagai sektor kehidupan, generasi muda Kalimantan Timur (Kaltim) dihadapkan pada tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan. Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda untuk menghadapi perubahan yang cepat akibat perkembangan teknologi digital.
“Generasi muda Kaltim harus lebih siap, terutama menghadapi dampak dari perkembangan teknologi digital. Kita tidak boleh tertinggal,” ujar Sapto.
Sapto menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya memengaruhi sektor teknologi, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pendidikan. Oleh sebab itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan baik agar mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi digital ini.
Menurut Sapto, perkembangan teknologi digital memberikan banyak peluang untuk menciptakan jenis usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di Kaltim. Namun, peluang tersebut hanya bisa diraih jika generasi muda memiliki kompetensi yang relevan.
“Teknologi digital bisa menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian daerah. Generasi muda harus memanfaatkan teknologi ini untuk berinovasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan bagaimana banyak anak muda di daerah lain telah sukses memanfaatkan teknologi untuk memulai usaha berbasis digital, seperti e-commerce, aplikasi, dan konten kreatif.
Sapto juga menyoroti pentingnya peran pendidikan formal dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global. Ia berharap institusi pendidikan di Kaltim, khususnya perguruan tinggi, dapat menyelaraskan kurikulum mereka dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
“Pendidikan jangan hanya fokus pada teori. Mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan sehingga siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa dosen dan pengajar memiliki peran penting dalam memberikan pembelajaran yang lebih aplikatif, agar lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya dalam situasi nyata.
Sapto juga menegaskan bahwa generasi muda Kaltim perlu memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional, terutama di era globalisasi yang semakin terintegrasi. Ia mendorong mereka untuk menguasai bahasa asing, seperti Mandarin dan Jepang, sebagai modal utama menghadapi persaingan dengan tenaga kerja asing.
“Kita hidup di era global. Untuk maju, generasi muda harus belajar lebih banyak. Bahasa Inggris saja tidak cukup. Mereka harus menguasai bahasa lain agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing, terutama dari Cina, Jepang, dan negara maju lainnya,” tegas Sapto.
Sapto menutup dengan pesan agar generasi muda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga terus mengasah keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia percaya, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi adalah kunci bagi generasi muda Kaltim untuk meraih kesuksesan di era digital ini.
“Perubahan global terjadi begitu cepat. Jika kita tidak siap, kita akan tertinggal. Namun, dengan kemampuan beradaptasi dan inovasi, generasi muda Kaltim bisa menjadi pelopor di era digital,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa tantangan digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi generasi muda Kaltim untuk membangun masa depan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
