- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
Kawasan Bebas Asap Rokok, Langkah Strategis Wujudkan Generasi Sehat di Kaltim

Keterangan Gambar : Ilustrasi kawasan bebas asap rokok. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Dalam upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menekankan pentingnya menciptakan kawasan bebas asap rokok sebagai langkah strategis untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
Ia menyoroti ancaman serius yang dihadapi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan anak-anak, akibat paparan asap rokok di lingkungan publik.
“Banyak ibu yang mengeluhkan terpapar asap rokok tanpa perlindungan. Hal ini harus menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat merugikan, terutama bagi kesehatan ibu hamil dan anak-anak, ujar Andi Satya, baru-baru ini di Samarinda.
Paparan asap rokok, menurut Andi Satya membawa risiko kesehatan yang sangat besar. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan, ibu hamil yang terpapar asap rokok lebih rentan melahirkan bayi dengan berat badan rendah serta komplikasi kehamilan lainnya. Selain itu, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, dengan puluhan di antaranya bersifat karsinogenik.
“Lingkungan yang aman dan sehat adalah fondasi bagi terciptanya generasi masa depan yang produktif dan berdaya saing tinggi. Kita tidak bisa mengabaikan ancaman ini jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Andi Satya menegaskan bahwa kawasan bebas asap rokok di lokasi publik, seperti sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum, sangat penting untuk melindungi kelompok rentan sekaligus mengurangi prevalensi merokok pada usia muda.
Untuk mewujudkan lingkungan sehat ini, Andi mendorong percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Bebas Asap Rokok di Kaltim. Ia berharap perda ini dapat menjadi payung hukum yang kuat untuk menegakkan larangan merokok di kawasan tertentu serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tidak merokok.
“Kawasan tanpa rokok bukan sekadar larangan. Ini adalah bentuk perlindungan terhadap generasi muda dan masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.
Selain mengusulkan regulasi, Andi Satya juga menyerukan perlunya sosialisasi dan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif akan bahaya rokok sejak usia dini.
Andi Satya percaya bahwa keluarga dan sekolah memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak-anak dan remaja. Dengan pendidikan yang tepat, generasi muda dapat tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan akibat merokok dan paparan asap rokok.
“Edukasi harus dimulai dari rumah dan sekolah, tempat di mana anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk pola hidup sehat,” jelasnya.
Langkah yang diusulkan Andi sejalan dengan kebijakan nasional, seperti program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012. Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Kaltim dapat menjadi contoh provinsi yang peduli terhadap kesehatan lingkungan.
“Dengan kawasan bebas asap rokok, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung pembangunan manusia berkualitas di Kaltim. Langkah ini penting untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Andi Satya optimistis bahwa dengan komitmen kuat dari semua pihak, kawasan bebas asap rokok akan menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi sehat dan produktif. Pembangunan kesehatan masyarakat hari ini adalah investasi besar untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia mencapai visi besar pada 2045. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
