- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Koordinasi OPD Jadi Fokus Utama, Pemkab Kutim Respon Kritik Fraksi AKB

Keterangan Gambar : Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Di tengah rapat paripurna yang berlangsung dinamis, Pemkab Kutai Timur menanggapi kritik tajam dari Fraksi Amanat Keadilan Berkarya (AKB) dengan rencana aksi yang tegas. Dalam Rapat Paripurna ke-28, Senin (24/06), Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berdiri di depan hadirin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).
"Kami bertekad untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam pelaksanaan program, agar realisasi penyerapan anggaran bisa maksimal," ujar Ardiansyah dengan nada optimis.
Ia menegaskan bahwa peningkatan akses pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah daerah. "Kami berkomitmen untuk membuat akses layanan publik lebih mudah dijangkau dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Upaya Pemkab Kutim Tingkatkan PAD dan Pelayanan Publik0
- Ardiansyah Sulaiman Tanggapi Pandangan Fraksi KIR0
- Polemik Laporan Keuangan Kutai Timur: Pemerintah dan PDIP0
- Pemkab Kutim Respons Silpa Rp 1,77 Triliun: Evaluasi Kinerja Keuangan Diperketat0
- Pemerintah Kutim Siap Tingkatkan PAD: Ardiansyah Sulaiman Jawab Pandangan Fraksi Demokrat0
Fraksi AKB sebelumnya mengkritisi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh dari target dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim ke-27. Anggota Fraksi AKB, Mulyana, menyoroti kurangnya koordinasi sebagai penyebab utama kegagalan mencapai target PAD sebesar Rp 787,53 miliar, yang hanya terealisasi 44,76 persen.
"Strategi pemerintah dalam meningkatkan PAD perlu evaluasi mendalam. Kontribusi dari BUMD dan Perusda harus ditingkatkan, dan kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertambangan," tegas Mulyana. Ia mendorong pemerintah untuk menggali lebih dalam potensi pendapatan dari retribusi dan pajak daerah. (Adv)

Views: 493










.jpg)
