- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Koordinasi OPD Jadi Fokus Utama, Pemkab Kutim Respon Kritik Fraksi AKB

Keterangan Gambar : Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Di tengah rapat paripurna yang berlangsung dinamis, Pemkab Kutai Timur menanggapi kritik tajam dari Fraksi Amanat Keadilan Berkarya (AKB) dengan rencana aksi yang tegas. Dalam Rapat Paripurna ke-28, Senin (24/06), Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berdiri di depan hadirin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).
"Kami bertekad untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam pelaksanaan program, agar realisasi penyerapan anggaran bisa maksimal," ujar Ardiansyah dengan nada optimis.
Ia menegaskan bahwa peningkatan akses pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah daerah. "Kami berkomitmen untuk membuat akses layanan publik lebih mudah dijangkau dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Upaya Pemkab Kutim Tingkatkan PAD dan Pelayanan Publik0
- Ardiansyah Sulaiman Tanggapi Pandangan Fraksi KIR0
- Polemik Laporan Keuangan Kutai Timur: Pemerintah dan PDIP0
- Pemkab Kutim Respons Silpa Rp 1,77 Triliun: Evaluasi Kinerja Keuangan Diperketat0
- Pemerintah Kutim Siap Tingkatkan PAD: Ardiansyah Sulaiman Jawab Pandangan Fraksi Demokrat0
Fraksi AKB sebelumnya mengkritisi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh dari target dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim ke-27. Anggota Fraksi AKB, Mulyana, menyoroti kurangnya koordinasi sebagai penyebab utama kegagalan mencapai target PAD sebesar Rp 787,53 miliar, yang hanya terealisasi 44,76 persen.
"Strategi pemerintah dalam meningkatkan PAD perlu evaluasi mendalam. Kontribusi dari BUMD dan Perusda harus ditingkatkan, dan kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertambangan," tegas Mulyana. Ia mendorong pemerintah untuk menggali lebih dalam potensi pendapatan dari retribusi dan pajak daerah. (Adv)

Views: 493










.jpg)
