- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Ketua DPRD Kaltim Soroti Penurunan APBD 2026, Minta Sumber Pendapatan Baru

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia menegaskan, berkurangnya pendapatan daerah bukan hanya dipicu turunnya Dana Bagi Hasil (DBH), tetapi juga anjloknya opsen pajak kendaraan bermotor serta bea balik nama kendaraan bermotor.
“Kami memprediksi dampak penurunan ini bisa mencapai 18 persen,” ungkap Hasanuddin dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan, DBH dari sektor minyak dan gas (migas) serta pertambangan mineral dan batubara (minerba) juga diproyeksikan turun sekitar 21 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas keuangan daerah pada tahun mendatang.
Baca Lainnya :
- APBD Kaltim 2026 Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Strategi Efisiensi0
- DPRD Kaltim Desak Inpres Atasi Tambang Ilegal0
- DPRD Kaltim Dorong Stadion Samarinda 0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Kurangi Ketergantungan Fiskal0
- DPRD Kaltim: Pendapatan Daerah Masih Bergantung pada Dana Perimbangan0
Hasanuddin menekankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak terus bergantung pada migas dan minerba sebagai sumber utama pendapatan. Menurutnya, perlu ada terobosan agar pendapatan daerah lebih beragam dan berkelanjutan.
“Potensi di sektor jasa, industri pengolahan, dan alternatif pendapatan lainnya harus mulai dimaksimalkan,” jelas Hasanuddin. Ia menilai, inovasi pengelolaan pendapatan menjadi langkah penting menghadapi tantangan fiskal.
Sebagai penutup, Hasanuddin menambahkan bahwa efisiensi belanja dan penetapan program prioritas harus menjadi kunci agar pembangunan di Benua Etam tetap berjalan berkesinambungan, meski anggaran yang tersedia semakin terbatas. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
