- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ketua DPRD Kaltim Soroti Penurunan APBD 2026, Minta Sumber Pendapatan Baru

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia menegaskan, berkurangnya pendapatan daerah bukan hanya dipicu turunnya Dana Bagi Hasil (DBH), tetapi juga anjloknya opsen pajak kendaraan bermotor serta bea balik nama kendaraan bermotor.
“Kami memprediksi dampak penurunan ini bisa mencapai 18 persen,” ungkap Hasanuddin dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan, DBH dari sektor minyak dan gas (migas) serta pertambangan mineral dan batubara (minerba) juga diproyeksikan turun sekitar 21 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas keuangan daerah pada tahun mendatang.
Baca Lainnya :
- APBD Kaltim 2026 Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Strategi Efisiensi0
- DPRD Kaltim Desak Inpres Atasi Tambang Ilegal0
- DPRD Kaltim Dorong Stadion Samarinda 0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Kurangi Ketergantungan Fiskal0
- DPRD Kaltim: Pendapatan Daerah Masih Bergantung pada Dana Perimbangan0
Hasanuddin menekankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak terus bergantung pada migas dan minerba sebagai sumber utama pendapatan. Menurutnya, perlu ada terobosan agar pendapatan daerah lebih beragam dan berkelanjutan.
“Potensi di sektor jasa, industri pengolahan, dan alternatif pendapatan lainnya harus mulai dimaksimalkan,” jelas Hasanuddin. Ia menilai, inovasi pengelolaan pendapatan menjadi langkah penting menghadapi tantangan fiskal.
Sebagai penutup, Hasanuddin menambahkan bahwa efisiensi belanja dan penetapan program prioritas harus menjadi kunci agar pembangunan di Benua Etam tetap berjalan berkesinambungan, meski anggaran yang tersedia semakin terbatas. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
