- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ketua DPRD Kaltim Soroti Penurunan APBD 2026, Minta Sumber Pendapatan Baru

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia menegaskan, berkurangnya pendapatan daerah bukan hanya dipicu turunnya Dana Bagi Hasil (DBH), tetapi juga anjloknya opsen pajak kendaraan bermotor serta bea balik nama kendaraan bermotor.
“Kami memprediksi dampak penurunan ini bisa mencapai 18 persen,” ungkap Hasanuddin dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan, DBH dari sektor minyak dan gas (migas) serta pertambangan mineral dan batubara (minerba) juga diproyeksikan turun sekitar 21 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas keuangan daerah pada tahun mendatang.
Baca Lainnya :
- APBD Kaltim 2026 Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Strategi Efisiensi0
- DPRD Kaltim Desak Inpres Atasi Tambang Ilegal0
- DPRD Kaltim Dorong Stadion Samarinda 0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Kurangi Ketergantungan Fiskal0
- DPRD Kaltim: Pendapatan Daerah Masih Bergantung pada Dana Perimbangan0
Hasanuddin menekankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak terus bergantung pada migas dan minerba sebagai sumber utama pendapatan. Menurutnya, perlu ada terobosan agar pendapatan daerah lebih beragam dan berkelanjutan.
“Potensi di sektor jasa, industri pengolahan, dan alternatif pendapatan lainnya harus mulai dimaksimalkan,” jelas Hasanuddin. Ia menilai, inovasi pengelolaan pendapatan menjadi langkah penting menghadapi tantangan fiskal.
Sebagai penutup, Hasanuddin menambahkan bahwa efisiensi belanja dan penetapan program prioritas harus menjadi kunci agar pembangunan di Benua Etam tetap berjalan berkesinambungan, meski anggaran yang tersedia semakin terbatas. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
