- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Desak Pemprov Kurangi Ketergantungan Fiskal

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Penurunan kemandirian fiskal Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) mencatat, Derajat Otonomi Fiskal (DOF) Kaltim pada kuartal I/2025 turun menjadi 55,56 persen. Angka ini melemah dibanding periode sebelumnya yang mencapai 59,04 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan ketergantungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terhadap dana transfer pusat semakin besar. Situasi ini dinilai perlu segera ditangani agar keuangan daerah lebih sehat dan mandiri.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan Pemprov harus segera menjawab tantangan ini dengan langkah konkret. “Pemprov tidak boleh terus bergantung pada pusat, melainkan harus berupaya maksimal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujarnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim: Pendapatan Daerah Masih Bergantung pada Dana Perimbangan0
- DPRD Kaltim Temui Massa Aksi Mahakam0
- DPRD Kaltim Gelar Paripurna Ke-33, Bahas Empat Agenda Utama0
- DPRD Kaltim Dorong Lulusan Miliki Keterampilan Khusus0
- DPRD Kaltim Tunggu Kepastian Pemangkasan Anggaran Hingga 75 Persen0
Ia menilai, selama ini Pemprov terlalu fokus pada kinerja perusahaan daerah (Perusda), padahal peran OPD juga harus diperkuat untuk memperluas basis pendapatan.
Menurut Sabaruddin, masih banyak potensi besar yang belum digarap serius, salah satunya pajak alat berat. Jika dikelola dengan baik, pajak tersebut bisa menjadi sumber pemasukan signifikan bagi daerah.
Ia pun mendorong Pemprov segera menyiapkan regulasi yang memudahkan penagihan PAD. Dengan begitu, langkah peningkatan pendapatan bisa berjalan paralel, baik melalui optimalisasi sektor pajak maupun perbaikan tata kelola Perusda. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
