- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD Kaltim Tunggu Kepastian Pemangkasan Anggaran Hingga 75 Persen

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi, mengaku masih menunggu kepastian besaran pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, efisiensi anggaran yang tengah dibahas disebut-sebut bisa mencapai 50 hingga 75 persen.
Ia menyampaikan, Komisi III DPRD Kaltim telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) untuk membahas program strategis yang direncanakan pada tahun mendatang. Namun, kepastian jumlah potongan anggaran masih belum diterima secara resmi.
“Kami masih menunggu konfirmasi apakah potongannya akan sebesar 50 persen atau bahkan 75 persen,” ujar politisi Gerindra itu, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim.
Baca Lainnya :
- Jalan Kutim–Berau Masuk Prioritas Kementerian PU0
- DPRD Kaltim Soroti Dampak Keterbatasan Fiskal pada Proyek Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Minta Industri Serap Lulusan Lokal0
- Samsun Soroti Dana Jaminan Reklamasi Tambang yang Terlalu Kecil0
- Salehuddin Dorong SMK Sesuaikan Jurusan dengan Kebutuhan Daerah0
Reza menegaskan, pemangkasan anggaran dalam jumlah besar berpotensi memberi dampak langsung pada kekuatan fiskal daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar pembangunan tetap bisa berjalan meski dengan keterbatasan dana.
“Pemangkasan anggaran akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan fiskal dan keuangan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur maupun program prioritas lain di Kaltim harus tetap dilanjutkan. Karena itu, penyesuaian program menjadi langkah krusial agar target pembangunan tidak terhambat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
