- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Tunggu Kepastian Pemangkasan Anggaran Hingga 75 Persen

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi, mengaku masih menunggu kepastian besaran pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, efisiensi anggaran yang tengah dibahas disebut-sebut bisa mencapai 50 hingga 75 persen.
Ia menyampaikan, Komisi III DPRD Kaltim telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) untuk membahas program strategis yang direncanakan pada tahun mendatang. Namun, kepastian jumlah potongan anggaran masih belum diterima secara resmi.
“Kami masih menunggu konfirmasi apakah potongannya akan sebesar 50 persen atau bahkan 75 persen,” ujar politisi Gerindra itu, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim.
Baca Lainnya :
- Jalan Kutim–Berau Masuk Prioritas Kementerian PU0
- DPRD Kaltim Soroti Dampak Keterbatasan Fiskal pada Proyek Infrastruktur0
- DPRD Kaltim Minta Industri Serap Lulusan Lokal0
- Samsun Soroti Dana Jaminan Reklamasi Tambang yang Terlalu Kecil0
- Salehuddin Dorong SMK Sesuaikan Jurusan dengan Kebutuhan Daerah0
Reza menegaskan, pemangkasan anggaran dalam jumlah besar berpotensi memberi dampak langsung pada kekuatan fiskal daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar pembangunan tetap bisa berjalan meski dengan keterbatasan dana.
“Pemangkasan anggaran akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan fiskal dan keuangan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur maupun program prioritas lain di Kaltim harus tetap dilanjutkan. Karena itu, penyesuaian program menjadi langkah krusial agar target pembangunan tidak terhambat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
