- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kenali Jenis Lingkungan Hidup agar Tahu Pentingnya Menjaga Alam
.jpg)
Keterangan Gambar : Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup (foto-int)
ANALOGNEWS.id - Dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup kita harus mengenali dan memahami apa itu lingkungan hidup.
Secara garis besar, lingkungan hidup telah dikelompokkan sesuai jenis.
Baca Lainnya :
- Pengertian Lingkungan Hidup dan Manfaat Bagi Kehidupan Manusia0
- DLH Kelola Sampah Berkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat0
- DLH Bontang Sosialisasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan 0
- Pentingnya Mangrove Bagi Kehidupan Manusia0
- HKAN, DLH Bontang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Jaga Ekosistem Alam0
Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo, mengatakan jika dikelompokkan, setidaknya ada empat jenis lingkungan hidup secara garis besar.
"Lingkungan fisik atau anorganik, lingkungan biologi atau organik, lingkungan sosial, dan lingkungan komposit," katanya.
Dia menjelaskan, Lingkungan fisik atau anorganik merupakan lingkungan yang terdiri dari gaya kosmik dan fisiogeografis seperti tanah, udara, laut, radiasi, dan gaya tarik.
Sementara, Lingkungan biologi atau organik, Heru menyampaiakan, yakni segala sesuatu yang bersifat biotis berupa mikroorganisme, parasit, hewan, tumbuhan, termasuk juga disini lingkungan prenatal, dan proses-proses biologi seperti reproduksi, pertumbuhan, dan sebagainya.
"Ini kenapa penting dalam menjaga kelestarian alam, seperti menjaga tumbuhan dan hewan-hewan langkah," jelasnya.
Selanjutnya kata dia, ada lingkungan sosial. Lingkungan sosial ini terbagi menjadi tiga bagian. "Lingkungan fisiososial, lingkungan biososal, dan lingkungan prikososial," kata Heru.
Lingkungan fisiososial yaitu meliputi kebudayaan materiil (alat), seperti peralatan senjata, mesin, gedung, dan lain-lain. Kemudian Lingkungan biososial yakni, manusia dan interaksinya terhadap sesamanya dan tumbuhan beserta hewan domestik dan semua bahan yang digunakan manusia yang berasal dari sumber organik,
Selanjutnya, Lingkungan psikososial adalah yang berhubungan dengan tabiat batin manusia seperti sikap, pandangan, keinginan, dan keyakinan. Hal ini terlihat melalui kebiasaan, agama, ideologi, bahasa, dan lain-lain.
Terakhir adalah Lingkungan komposit. Heru bilang, lingkungan komposit itu lingkungan yang diatur secara konstitusional. "Berupa lembaga-lembaga masyarakat, baik yang terdapat di daerah kota atau desa," imbuhnya.
Unsur-unsur Lingkungan Hidup
1. Unsur Lingkungan Hidup Biotik
Unsur lingkungan hidup Biotik adalah unsur atau komponen yang tersusun dari bermacam macam makhluk hidup yang ada pada lingkungan tertentu. Contoh dari lingkungan hidup biotik adalah contohnya manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme.
2. Unsur Lingkungan Hidup Abiotik
Sementara untuk lingkungan hidup abiotik adalah suatu kondisi atau tempat pada sebuah lingkungan yang menjadikannya penyusun bentuk untuk mendukung terjadinya sebuah yang dinamakan lingkungan. Contohnya seperti air, tanah, udara, bebatuan, dan benda mati lainnya.
3. Terakhir adalah unsur sosial budaya
Unsur ini adalah unsur yang terbentuk dari aktivitas sosial serta kebudayaan yang dilakukan oleh manusia dan tersusun membentuk sebuah sistem yang terdiri dari nilai, gagasan, serta keyakinan atas perilaku sebagai makhluk hidup yang sosial.
Perilaku, adat istiadat, serta bermacam hasil penemuan adalah termasuk unsur sosial budaya yang ditemukan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai, contohnya kebun binatang atau suaka marga satwa yang merupakan hasil pengembangan dari hutan buatan. (Ar/An)










.jpg)
