- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pentingnya Mangrove Bagi Kehidupan Manusia
.jpg)
Keterangan Gambar : Pentingnya Mangrove bagi kehidupan manusia (int)
ANALOGNEWS.id - Presiden Joko Widodo berpesan agar terus mengoptimalisasikan persemaian serta rehabilitasi hutan tropis dan hutan mangrove karena akan menjadi potensi besar dalam menyerap karbon guna memitigasi perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato tahunan di Istana Merdeka, Selasa (16/8/2022).
Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan total 3,2 juta hektar yang merupakan 22,4 persen dari total luas hutan mangrove dunia.
Baca Lainnya :
- HKAN, DLH Bontang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Jaga Ekosistem Alam0
- DLH Turunkan 19 Petugas Bersihkan Area Upacara Kemerdekaan0
- DLH Imbau Masyarakat Buang Sampah Spesifik Langsung ke TPA atau Hubungi Satgas Sampah0
- Truck Sampah Mulai Menua, DLH Harap Ada Penambahan0
- Pemerintah Bakal Bangun Tol Laut Terdalam di Kaltim, Tembus Balsam0
Ekosistem pesisir atau vegetasi laut seperti mangrove, rawa air asin, lamun dan makroalga memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida atmosfer melalui proses fotosintesis.
Dilansir dari Business Insider, menurut observasi dari Mauna Loa Observatory di Hawaii pada karbon dioksida (CO2) di level mencapai 410 ppm tidak langsung memberikan efek pada pernapasan, karena tubuh manusia juga masih membutuhkan CO2 dalam kadar tertentu.
Tetapi peningkatan level kadar CO2 secara dramatis di atmosfer akan meningkatkan polusi dan penyakit terkait.
Di Kota Bontang, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang juga terus menggalakkan penanaman pohon secara berkala.
Saat ini, telah terdapat beberapa hutan mangrove yang berada di Kota Taman ini, seperti hutan mangrove Salebba, Berbas Pantai, dan Taman Mangrove BSD. Bahkan hampir seluruh pesisir Bontang akan kita jumpai pohon mangrove.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang Heru Triatmojo mengatakan, selama ini pemerintah selalu menggalakan pentingnya pohon mangrove untuk kehidupan manusia.
"Mangrove ini tidak hanya menjaga ekosistem alam, juga memiliki nilai ekonomis," katanya.
Selain hutan mangrove, beberapa kelompok usaha di Kota Bontang juga telah mulai mengolah buah mangrove untuk menjadi bahan makanan dan minuman. (Ar/An)










.jpg)
