- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
IDI Ragu Kemampuan Vaksin dalam Menangkal Varian Omicron

Keterangan Gambar : (CNN Indonesia/Andry Novelino)
ANALOGNEWS.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meragukan kemampuan vaksin dalam menangkal virus Corona varian B.1.1.529 atau Omicron.
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menagatakan, untuk membuktikan vaksin mampu menangkal penularan dan gejala dari varian Omicro diperlukan 0enelitian lebih lanjut.
"Belum cukup bukti ya (efektivitas) vaksin Covid-19 terhadap varian Omicron ini," kata Zubairi dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (30/11).
Baca Lainnya :
- PNS Diganti Robot, Irit Anggaran dan Kurangi Pungutan Liar0
- Indonesia Akan Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Marcedes-Benz 0
- Bidden Siap Pimpin AS Kembali0
- Kamala Haris Wanita Pertama yang Pegang Kekuasaan AS, Sejarah 0
- Joe Bidden Alihkan Kekuasaannya,Kamala Haris Jadi Presiden AS0
Zubairi menilai protokol kesehatan tetap perlu dipatuhi guna mencegah penularan varian omicron. Terlebih, efektivitas vaksin terhadap varian tersebut masih belum teruji.
"Belajar pengalaman lalu, melihat data kasus Covid-19 yang meninggal, kosongnya rumah sakit. Saya optimis bahwa kita bisa menangkal varian ini selama kita patuh pada prokes," kata Zubairi.
Zubairi menjelaskan bahwa varian Omicron terbukti memiliki kecepatan penularan yang tinggi. Sudah terjadi di banyak negara, mulai dari Eropa hingga Asia.
"Virus ini lebih cepat menular, 5 kali lebih mampu kecepatan penularannya. Terbukti dari kenaikan jumlah kasus di Afrika Selatan yang tanggal 23 November belum ada 1.000 kasus, terus naik jadi 2.000. ribu lebih dan hari ini 3.200-an," kata dia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini telah ada 128 kasus corona varian Omicron di sembilan negara kecuali Indonesia.
Ada 4 negara lain yang kemungkinan sudah menjadi tempat penularan varian omicron.
Budi mengklaim sejauh ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia. Pemerintah lalu memperketat pengawasan seluruh pintu masuk Indonesia untuk mencegah penyebaran varian ini.










.jpg)
