- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Indonesia Akan Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Marcedes-Benz

Keterangan Gambar : SUV Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia. (Foto: Mercedes-Benz Indonesia)
ANALOGNEWS.id - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menyatakan Mercedes-Benz bakal menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor industri otomotif Jerman.
Ia bilang terkait upaya itu pemerintah mendorong agar Mercedes-Benz tidak hanya terfokus pada mobil konvensional, melainkan juga berbasis listrik.
"Pemerintah mendorong agar Mercedes-Benz dapat menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun elektrifikasi ke pasar global," kata Taufiek melansir Antara, Senin (29/11/2021).
Baca Lainnya :
- Bidden Siap Pimpin AS Kembali0
- Kamala Haris Wanita Pertama yang Pegang Kekuasaan AS, Sejarah 0
- Joe Bidden Alihkan Kekuasaannya,Kamala Haris Jadi Presiden AS0
- PNS di Aceh Gugat Ibu Kandungnya ke Pengadilan Terkait Kepemilikan Rumah0
- Kisah Dibalik Lagu Kerispatih \\\"Aku Harus Jujur\\\". Banyak Kecele Selama Kurang Lebih 12 Tahun 0
Taufik mengatakan pemerintah telah siap memasuki era teknologi zero emission melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Selain itu, ada dukungan lain soal mobil listrik yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan teknologi zero emission seperti BEV dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang produksi di dalam negeri, akan diberikan tarif PPnBM sebesar 0 persen.
Taufiek juga menjelaskan bila merek asal Jerman itu jadi menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor, hal tersebut menunjukan industri otomotif Tanah Air telah dipercaya sebagai basis produksi kendaraan bermotor semua segmen mulai kelas low, middle sampai premium and luxury.
"Pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, kemudian adanya bonus demografi, penetrasi teknologi digital, serta peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan, akan menjadi katalisator transformasi industri kendaraan bermotor nasional menuju teknologi zero emission," kata dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah telah membuat aturan yang memudahkan agar produsen dengan penjualan rendah seperti merek Eropa dapat berinvestasi di Indonesia.
"Dalam rangka menarik investasi untuk produsen kendaraan bermotor low volume khususnya dari Eropa, kami telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 23 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih," tutur Taufiek.
Pada peraturan tersebut, terdapat penyederhanaan persyaratan Completely Knock Down (CKD) dan keteruraian dan kelengkapan Incompletely Knock Down (IKD), serta memberikan kemudahan impor komponen susulan untuk keperluan produksi (shortage, mistake dan reject) yang terkena SNI wajib.










.jpg)
