- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Hasil Pantauan IKA Sungai DLH, Masih Sesuai Standar Baku Mutu

Keterangan Gambar : Sungai Bontang (Amril)
ANALOGNEWS.id - Hasil dari pemantauan indeks kualitas air (IKA) sungai yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang masih memenuhi standar baku mutu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Bontang Syapriansyah, mengatakan hasil itu sesuai dengan pemantauan yang dilakukan di sembilan titik sungai yang ada di Kota Kota Bontang.
DLH Bontang melakukan pemantauan infeksi kualitas air di sungai yang berada di Jalan Pipa, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Ahmad Yani, Jalan KS. Tubun, Jalan Tari dewa, Jembatan ulin, pelabuhan nelayan, Setia Lencana dan di depan masjid AL-Barokah Kampung Nyerakat.
Baca Lainnya :
- Jaga Kualitas Air, DLH Bontang Rutin Pantau IKA0
- DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik di TPA Jadi Kompos0
- Gelar Aksi Jilid II, Masyarakat Bufferzone Bawah 8 Tuntutan untuk Pupuk Kaltim0
- Kalapas Bontang Tepis Dugaan Kekerasan Terhadap WBP0
- Mardani H Maming Resmi Jadi Tersangka0
"Jadi lokasi pemantauan di daerah Guntung tiga titik, sungai Bontang empat titik, sungai Nyerakat dua titik. Total sembilan titik," ujar Syapriansyah, Senin (1/8/2022).
Syapriansyah pun menjelaskan bahwa IKA dari 9 titik yang dilakukan pemantauan 5 titik masuk kategori tercemar ringan dan 4 masih normal atau memenuhi standar baku mutu. Itu sesuai hasil uji laboratorium sampel yang diambil dari 9 titik sungai.
5 titik sungai tercemar ringan berada di Jalan Soekarno Hatta, pelabuhan nelayan Guntung, Jalan Tari Dewa, Jalan Setia Lencana dan depan masjid Al-Barokah.
"Penyebab pencemaran ringan dikarenakan limbah rumah tangga," ungkapnya.
Pemantauan IKA ini merupakan pantauan rutin yang dilakukan DLH Kita Bontang. Pantauan terkahir dilakukan pada 25 Februari 2022 lalu dan akan dipantau kembali pada Desember mendatang. (Ar/An)










.jpg)
