- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik di TPA Jadi Kompos

Keterangan Gambar : Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Bontang di Kelurahan Bontang Lestari (Amril)
ANALOGNEWS.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang memanfaatkan sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi pupuk Kompos.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bontang Yuniar, mengatakan setiap hari sampah yang masuk ke TPA sekira 80 ton. Kemudian akan akan dilakukan pemrosesan sesuai jenisnya.
"Berbagai jenis sampah yang kita proses dan beri perlakuan salah satunya sampah organik yang kita jadikan kompos. Sampah tersebut berasal dari masyarakat dan industri rumahan seperti katering," kata Yuniar kepada Analognews, Sabtu (30/7/2022).
Baca Lainnya :
- Gelar Aksi Jilid II, Masyarakat Bufferzone Bawah 8 Tuntutan untuk Pupuk Kaltim0
- Kalapas Bontang Tepis Dugaan Kekerasan Terhadap WBP0
- Mardani H Maming Resmi Jadi Tersangka0
- Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Simpan 22 Paket Sabu di Jok Motor0
- 1 Muharram 1444 Hijriah, 30 atau 31 Juli? Ini Pejelasannya0
Yuniar menjelaskan sampah organik yang dipakai untuk pengolahan kompos, sebanyak 1,5 ton tiap bulannya. Dia bilang, dari proses itu, pihaknya menghasilkan pupuk kompos sebanyak 450 hingga 500 gram per bulan.
"Hasil produksi kompos nantinya akan di pakai untuk penanaman dan perawatan pohon oleh anggota pertamanan," jelasnya.
Selain diproses langsung oleh pihaknya, Yuniar bilang masyarakat juga ikut terlibat dalam proses ini. Sisa sampah organik yang belum diproses akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemulung untuk dijadikan pakan ternak.
"Jadi mereka juga memanfaatkan sisa makanan ini untuk makan ternak," ungkapnya. (Ar/An)










.jpg)
