- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik di TPA Jadi Kompos

Keterangan Gambar : Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Bontang di Kelurahan Bontang Lestari (Amril)
ANALOGNEWS.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang memanfaatkan sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi pupuk Kompos.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bontang Yuniar, mengatakan setiap hari sampah yang masuk ke TPA sekira 80 ton. Kemudian akan akan dilakukan pemrosesan sesuai jenisnya.
"Berbagai jenis sampah yang kita proses dan beri perlakuan salah satunya sampah organik yang kita jadikan kompos. Sampah tersebut berasal dari masyarakat dan industri rumahan seperti katering," kata Yuniar kepada Analognews, Sabtu (30/7/2022).
Baca Lainnya :
- Gelar Aksi Jilid II, Masyarakat Bufferzone Bawah 8 Tuntutan untuk Pupuk Kaltim0
- Kalapas Bontang Tepis Dugaan Kekerasan Terhadap WBP0
- Mardani H Maming Resmi Jadi Tersangka0
- Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Simpan 22 Paket Sabu di Jok Motor0
- 1 Muharram 1444 Hijriah, 30 atau 31 Juli? Ini Pejelasannya0
Yuniar menjelaskan sampah organik yang dipakai untuk pengolahan kompos, sebanyak 1,5 ton tiap bulannya. Dia bilang, dari proses itu, pihaknya menghasilkan pupuk kompos sebanyak 450 hingga 500 gram per bulan.
"Hasil produksi kompos nantinya akan di pakai untuk penanaman dan perawatan pohon oleh anggota pertamanan," jelasnya.
Selain diproses langsung oleh pihaknya, Yuniar bilang masyarakat juga ikut terlibat dalam proses ini. Sisa sampah organik yang belum diproses akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemulung untuk dijadikan pakan ternak.
"Jadi mereka juga memanfaatkan sisa makanan ini untuk makan ternak," ungkapnya. (Ar/An)










.jpg)
