- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Faizal Rachman Ungkap Proyeksi Pendapatan Daerah Kutai Timur dalam Rapat Banggar Tahun 2025

Keterangan Gambar : Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutai Timur untuk tahun 2025 menggelar diskusi penting yang membahas rincian sumber pendapatan daerah.
Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, mengungkapkan bahwa rapat tersebut merupakan lanjutan dari pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah diajukan pemerintah.
"Rapat Banggar hari ini berkaitan dengan KUA, belanja, dan pembiayaan, serta proyeksi pendapatan daerah kita," kata Faizal dalam jumpa pers di kantor DPRD Kutai Timur pada Selasa, 22 Juli 2024.
Baca Lainnya :
- Novel Tyty Paembonan Perjuangkan Transparansi Penyaluran Beasiswa, Harus Adil dan Tepat Sasaran0
- Leni Angriani, Anggota DPRD Kutai Timur, Perjuangkan Pendidikan Gratis Tanpa Pungli0
- DPRD Kutai Timur Dorong Penyelesaian Konflik Hubungan Industrial Melalui Hukum0
- Permudah Syarat Izin Praktik Perawat, Kadis DPM-PTSP Bontang: Kemudahan Bagi Nakes0
- DPM-PTSP Bontang Terapkan Sistem Digital untuk Pengajuan Surat Izin Praktik Bidan0
Faizal menjelaskan bahwa pendapatan terbesar yang diharapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berasal dari pendapatan transfer, terutama dari sektor Mineral dan Batubara (Minerba).
"Kontribusi terbesar berasal dari sektor Minerba, sedangkan dari sektor kelapa sawit juga ada dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer, meskipun nilainya tidak sebesar sektor Minerba," ungkap Faizal.
Menurut Faizal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutai Timur didominasi oleh sektor pertambangan dan galian, yang menyumbang sekitar 79 persen dari total PDRB. Sementara itu, sektor-sektor lain seperti pertanian dan pariwisata masih berkontribusi lebih kecil.
Diskusi Banggar juga membahas proyeksi pendapatan dari pengelolaan aset pemerintah daerah, yang mengalami penurunan dibandingkan target sebelumnya.
"Ada penurunan dalam target pendapatan dari penempatan dana di berbagai badan usaha milik daerah seperti PDAM, BPR, dan BPD. Targetnya sekitar 7 miliar per tahun, namun realisasinya hanya mencapai 4 miliar pada tahun 2023," jelas Faizal.
Faizal berharap bahwa target pendapatan ini bisa tercapai pada tahun 2025 setelah mengalami ketidakcapaian pada tahun 2023.
"Diharapkan target pendapatan 7 miliar untuk tahun 2025 dapat tercapai, mengingat pencapaian yang kurang memuaskan pada tahun 2023 hanya mencapai 4 miliar," tambahnya.
Dengan demikian, rapat Banggar ini tidak hanya sebagai forum evaluasi dan perencanaan anggaran, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan daerah Kutai Timur dalam menghadapi tahun anggaran yang akan datang. (Adv)

Views: 591










.jpg)
