- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD PPU Desak Relokasi Pasar Waru yang Telantar untuk Kurangi Kemacetan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menyoroti Pasar Waru yang dibangun sejak 2016 di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, namun hingga kini belum difungsikan. Keberadaan pasar lama yang terletak di Kelurahan Waru dianggap tak layak lagi, baik dari segi kenyamanan maupun keamanan.
Syahrudin mengungkapkan bahwa kondisi lapak pedagang di pasar lama semakin kumuh dan tidak lagi dapat menampung jumlah pedagang yang terus bertambah. Selain itu, lokasinya yang sangat dekat dengan jalan provinsi memicu masalah lalu lintas.
“Kalau hari pasar, pedagang di pasar lama sampai ke pinggir jalan, mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujar Syahrudin.
Baca Lainnya :
- DPRD PPU Dorong Pemda Lakukan Tera Ulang Timbangan di Pasar untuk Hindari Kecurangan0
- Optimalisasi TPA di Penajam Paser Utara untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah0
- DPRD PPU Desak Penambahan Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani0
- DPRD PPU Dukung Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan untuk Majukan Ekonomi Daerah0
- Anggota DPRD PPU Desak Pemerintah Pusat Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal di IKN0
Pasar lama yang sempit membuat pedagang harus memanfaatkan bahu jalan, dan ini memicu kemacetan terutama pada hari-hari tertentu. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi pasar juga mengurangi kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. Menurut Syahrudin, Pemkab PPU perlu memprioritaskan pengoperasian pasar baru demi kepentingan masyarakat.
Syahrudin juga menyoroti masalah infrastruktur pasar baru yang masih belum selesai 100 persen sesuai perencanaan awal. Namun, ia menekankan agar Pemkab tidak menunda lebih lama lagi penggunaan pasar baru, meskipun infrastrukturnya belum sepenuhnya lengkap.
“Meskipun hanya pasar basah, sebaiknya difungsikan saja karena kondisi pasar lama sudah tidak memadai,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD PPU ini berharap agar kepala dinas yang baru dapat mengambil langkah cepat untuk memfungsikan pasar baru sambil menyempurnakan fasilitas yang masih kurang. Menurutnya, jika pasar baru ini dapat segera dioperasikan, setidaknya akan mengurangi kemacetan dan kekumuhan yang terjadi di pasar lama.
“Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan pasar baru dapat menjadi pusat ekonomi bagi masyarakat sekitar Kecamatan Waru,” terangnya. (Adv)










.jpg)
