- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Usul Bentuk Perusda Pertanian

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengusulkan Pemprov Kaltim agar dapat membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) barundi sektor pertanian.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menerangkan tujuan Perusda tersebut agar Pemprov Kaltim dapat mulai meningkatkan produksi pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Sebab sejauh ini, ketika berbicara ketahanan pangan, Kaltim masih terbilang belum memiliki kemandirian.
"Perusda kita selama ini yang ada justru yang menangani sektor-sektor yang sudah ada pasarnya dan banyak pesaingnya, coba yang kita rebut yang belum ada penggeraknya di situ, kita mampu bersaing," kata Samsun, Selasa (28/2/2023).
Baca Lainnya :
- Poros Samarinda - Bontang Jadi Sorotan Dewan Kaltim0
- Dewan Minta Perbaiki Sistem Beasiswa Kaltim, Buntut Dari Temuan Penyaluran Tak Tepat Sasaran0
- Pansus IP DPRD Kaltim Temukan Puluhan Truk Pengangkut Karung Batu Bara Beraktivitas Sekitar IKN0
- Pansus Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah Sambangi Pemprov DKI Jakarta0
- Ketua Komisi II DPRD Kaltim Soroti Persoalan Ganti Rugi Lahan di Ring Road 0
Dirinya mengaku jika nantinya usulan itu direalikasikan, maka pihaknya akan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian di Kaltim. Bahkan, ia juga siap mengawal anggaran untuk penyertaan modal pada perusda tersebut.
"Kita harus buat inovasi baru, kalau hanya begini saja maka kita tidak akan siap bertarung mengisi ketahanan pangan," tegasnya.
Menurutnya hingga saat ini Pemprov Kaltim belum terlalu konsen terhadap masalah pertanian di Kaltim, hal itu dibuktikan dari minimnya alokasi anggaran yang tersedia untuk sektor pertanian yang hanya sebesar 6,8 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2023 sebesar Rp 17,2 triliun.
"Sayangnya sudah alokasi yang tidak terlalu besar, terus itu terbagi lagi untuk perkebunan dan lain-lain," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
