- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Dorong Bekas Gedung Uji KIR di Loktuan Dimanfaatkan jadi Sekolah TK

Keterangan Gambar : Faisal, Anggota DPRD Kota Bontang. (L)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - DPRD Bontang dorong penggunaan bekas gedung uji kir sebagai gedung untuk sarana pendidikan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal meminta pemerintah memanfaatkan gedung milik Dinas Perhubungan (Dishub) itu menjadi tempat belajar TK Al Hijrah Loktuan.
Dia katakan TK Alhijrah tak boleh luput dari perhatian pemerintah. Sebab merupakan tempat anak-anak belajar dari dini. Apalagi, TK Alhijrah yang sebelumnya menyatu dengan masjid terapung kini tak memiliki tempat yang jelas.
Baca Lainnya :
- APBD Bontang 2024 Disahkan Sebesar Rp 2,1 Triliun0
- Bedah Rumah Salah Sasaran, BW Minta Pemerintah Selektif 0
- Baharuddin Muin Paparkan Hasil Reses di Paser dan PPU dalam Paripurna ke-43 Digelar0
- Sutomo Jabir Dorong Peningkatan Kesejahteraan Guru0
- Sosbang Nidya Listiyono di Samarinda, Bawah Pesan Saling Menghormati0
“TK ini kan memang satu kesatuan dengan masjid terapung sebelum akhirnya masjid dibongkar. Akhirnya mereka tidak memiliki tempat yang pasti untuk belajar. Nah karena uji kir sudah pindah ke Bontang Lestari mungkin gedung itu bisa dimanfaatkan,” kata Faisal dalam rapat paripurna yang digelar di Auditorium Tiga Dimensi, Senin (27/11/2023).
Wali kota Bontang Basri Rase merespon permintaan Faisal itu, dia bilang akan menindaklanjuti dan mengkroscek terkait pemanfaatan bekas gedung uji kir untung sarana pendidikan.
“Ini akan segera kita tindak lanjuti dan kalau memang bisa dimanfaatkan akan kita manfaatkan,” sebutnya.
Yayasan TK Plus Al Muhajirin Kelurahan Loktuan sebelumnya telah mengeluhkan terkait fasilitas kegiatan belajar mengajar yang tidak memiliki tempat yang permanen.
Salah satu perwakilan yayasan, Mukrim mengatakan, pihaknya tak lagi memiliki tempat belajar permanen sejak Masjid Terapung mulai beroperasi.
Selain itu, pihaknya pun telah mengajukan surat ke pengurus masjid Terapung supaya bisa menggunakan kembali masjid. Namun hal itu tak terwujud sebab lokasi masjid saat ini yang diatas laut, dianggap membahayakan peserta didik. Di sisi lain, jarak toilet yang jauh dan dikhawatirkan bakal mengganggu pengunjung masjid.
"Sebelumnya itu kan kami bergabung dengan masjid Al-Muhajirin tapi setelah dibongkar kami sudah berpindah-pindah tempat," jelasnya.
"Kalau persoalan masjid di atas laut dan dinilai riskan sebenarnya itu kurang tepat karena kan anak-anak ini anak Selambai yang hari-hari memang tiggalnya di atas laut," ujarya. (*)










.jpg)
