- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Bontang Panggil SPBU dan Pertamina, Pertanyakan Soal Kelangkaan BBM Solar Subsidi
.jpg)
Keterangan Gambar : Komisi Gabungan DPRD Kota Bontang menggelar rapat. (L)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Komisi Gabungan DPRD Kota Bontang menggelar rapat untuk mempertanyakan soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.
Komisi I, II, dan III DPRD Bontang serta Perwakilan Pertamina, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUMP), Bagian Ekonomi Setda, Seluruh SPBU dan PLBB hadir dalam rapat itu.
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam menyebut pihaknya bakal memfasilitasi untuk mencari solusi dalam persoalan ini pasalnya meski kuota dari pertamina tercatat cukup namun di lapangan masih banyak keluhan dari masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan BBM.
Baca Lainnya :
- Komisi I DPRD Bontang Mediasi Perselisihan Tenaga Kerja dan Perusahaan0
- Antisipasi Potensi Lonjakan Harga Pangan Jelang Nataru, Dewan Bakal Gelar Raker dengan OPD0
- Hindari Investasi Bodong, Ketua DPRD Bontang Minta Warga Tak Gampang Tergiur Untung Besar0
- Klinik Satelit 3 RS PKT Tak Layani Pasien BPJS, Dewan Panggil Semua Pihak0
- Anggaran Bedah Rumah Kecil, FBR Minta Revisi Perwali 0
"Persoalan ini bukan hal baru tapi sedari dulu sudah menjadi keluhan tapi pihak pertamina mengklaim bahwa stok BBM bersubsidi jenis solar ini stoknya aman. Maka dari ini harus dicari akar permasalahannya. Benang kusutnya dimana?," ucapnya saat memimpin rapat, Senin (4/12/2023).
Sementara itu, Ketua Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) mengungkapkan jika dirinya harus antre hingga tiga hari untuk mendapatkan BBM jenis solar.
"Kalau antrean pertamina itu sangat terlihat jelas mereka antrenya di SPBU kalau kami memang tidak terlihat di lokasi antrenya karena kami ini mendapatkan nomor antrean secara online supaya lebih tertib," ujarnya.
Menjawab keluhan itu, Perwakilan Pertamina Patra Niaga, Irfan menyebut jika kuota solar di Bontang mencapai 40-48 kiloliter per hari. Jumlah itu sudah sesuai dengan perhitungan Badan Pengatur Hili Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
"Jatah itu untuk enam SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang ada di Bontang termasuk SPBN. Sementara hingga saat ini kuota terbanyak itu di SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakan Nelayan) Tanjung Limau," jelasnya. (*)










.jpg)
