- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Bontang Kecewa Banyak Pejabat Pemkot Bontang Mangkir Rapat

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Komisi III DPRD Bontang merasa kecewa terhadap sikap pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang kerap mangkir saat diundang rapat.
Padahal, menurut Ketua Komisi III DPRD Bontang agenda rapat tersebut dinilai sangat penting, lantaran membahas persoalan terkait banyaknya turap yang runtuh di Kota Bontang.
Namun, dalam rapat kerja yang digelar pada Selasa (30/5) kemarin Sekretariat Daerah (Sekda) justru tidak hadir. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang selaku yang membidangi urusan tersebut juga hanya mengirim perwakilannya.
Baca Lainnya :
- Bahktiar Wakkang Minta Pemkot Bontang Pakai APBD Untuk Pemenuhan BPJS Ketenagakerjaan Nelayan 0
- Khawatir Longsor, Amir Tosina Minta Turap di Pemakaman Bontang Kuala Diperbaiki 0
- Banyak Infrastruktur di Bontang Kuala Rusak, Abdul Samad Sebut Pemerintah Terkesan Tutup Mata0
- Dewan Apresiasi Rencana Dishub Bontang Akan Buat Satgas Parkir Liar0
- Bakhtiar Wakkang Turut Menyayangkan Gelaran Student Expo, Pemkot Bontang Dinilai Kurang Menyeleksi 0
"Sayang sekali, padahal ini agenda penting. Kalau yang datang hanya wakilnya tidak bisa menentukan kebijakan," ujarnya usai rapat di sekretariat DPRD Bontang, Selasa (30/5/2023).
Apalagi, ketidakhadiran para pejabat tersebut tanpa keterangan atau konfirmasi. Selain itu undangan rapat yang diberikan juga sifatnya tidak mendadak. Sehingga sikap tersebut membuat wakil rakyat itu kecewa.
"Saya bisa maklumi kalau memang ada halangan. Tapi harusnya konfirmasi jauh-jauh hari. Jangan pas datang rapat kepala bidang (Kabidnya) baru datang minta maaf kalau atasannya tidak bisa hadir," timpalnya.
Politikus Partai Gerindra ini pun berharap agar ke depan tidak ada lagi pejabat di Lingkup Pemkot Bontang yang mangkir saat diundang rapat. Apalagi rapat-rapat penting menyangkut keluhan masyarakat yang harus ditindaklanjuti.
"Saya harap ke depan instansi di lingkup Pemkot Bontang, khususnya Sekda dan Kepada Dinas (Kadis) harus hadir saat diundang rapat. Supaya bisa mengambil kebijakan. Dan Wali Kota Bontang juga harus tegas ke bawahannya," tandasnya.
Diketahui, Komisi III DPRD Bontang menggelar rapat untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait banyaknya turap yang runtuh, Seperti, turap di RT 12 Kelurahan Gunung Elai, Turap di Jalan Damai Kelurahan Kanaan, dan Sungai Betlehem yang longsor.
Dinas PUPRK selaku yang membidangi urusan tersebut diminta agar segera melakukan evaluasi pekerjaan turap yang dinilai belum sempurna. Karena, jika tidak segera ditindaklanjuti dikhawatirkan runtuhan turap makin melebar ke rumah masyarakat. (Ar/An)










.jpg)
