- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Banyak Infrastruktur di Bontang Kuala Rusak, Abdul Samad Sebut Pemerintah Terkesan Tutup Mata

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Kondisi infrastruktur kampung wisata Bontang Kuala (BK) banyak yang rusak, mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Beberapa infrastruktur yang rusak itu diantaranya ada di sekitar anjungan Bontang Kuala, seperti panggung budaya, jalanan kayu sekitar panggung, dan eks area kebakaran sejak 2020 hingga saat ini belum ada sentuhan pemerintah daerah.
Anggota Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad pun menilai pemerintah kurang memperhatikan persoalan infrastruktur, khususnya yang ada di Bontang Kuala. Padahal, Kampung Bontang Kuala merupakan destinasi wisata unggulan di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Baca Lainnya :
- Dewan Apresiasi Rencana Dishub Bontang Akan Buat Satgas Parkir Liar0
- Bakhtiar Wakkang Turut Menyayangkan Gelaran Student Expo, Pemkot Bontang Dinilai Kurang Menyeleksi 0
- Bonus Atlet Belum Cair, BW: Itu Kewajiban Pemerintah, Harusnya Sudah Selesai 0
- Agus Haris Ajak Masyarakat Bontang Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila0
- Pengurus Baru KONI Kota Bontang Resmi Dilantik, Andi Faiz : Semoga Prestasi Para Atlet Meningkat0
"Tidak ada perhatian dari pemerintah. Padahal ini jadi objek wisata unggulan Bontang, tapi infrastrukturnya sangat tidak layak, banyak rusak," ujarnya, Senin (5/6/2023).
in
Tak hanya itu, Samad mengungkapkan rusaknya infrastruktur tersebut sudah lama disuarakan masyarakat, namun hingga saat ini belum juga tersentuh perbaikan. Pemerintah pun dinilai justru terkesan tutup mata.
"Apa bentuk pertanggungjawaban pemerintah soal kerusakan ini. Kok sampai sekarang belum tersentuh perbaikan. Harusnya ini bisa jadi skala prioritas. Masa Bontang Kuala selalu diperkenalkan sebagai lokasi wisata, tapi fasilitasnya banyak yang rusak. Malu kita," ujarnya kembali.
Politisi Partai Hanura ini pun mendesak Pemkot Bontang agar perbaikan infrastruktur di Bontang Kuala menjadi skala prioritas di penganggaran APBD-Perubahan 2023 ini.
Menyikapi persoalan ini. Dian Nur Afianto selaku Bagian Perencanaan Ahli Muda Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bontang menjelaskan, telah membahas soal rencana perbaikan infrastruktur di destinasi wisata Bontang Kuala.
Untuk, perbaikannya sendiri akan dianggarkan di anggaran tahun 2024 mendatang dengan estimasi total anggaran senilai Rp 4,5 miliar. Namun, total anggaran itu akan dibagi untuk pembenahan di pulau Beras Basah senilai Rp 1 miliar.
"Jadi untuk di Bontang Kuala alokasi anggarannya dapat Rp 3,5 miliar, itu full untuk perbaikan panggung, jalan, sekaligus anjungan eks kebakaran. Dan memang sudah masuk dalam usulan Musrenbang kemarin," tuturnya. (Ar/An)










.jpg)
