- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Dispora Kaltim Tegaskan Pentingnya Netralitas ASN Menjelang Pilkada 2024
Analognews.id, Samarinda - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, netralitas aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dipantau. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Sri Wartini, yang menegaskan pentingnya netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada.
“ASN diharapkan tetap profesional dalam menjalankan tugas dan tidak menunjukkan keberpihakan politik secara terang-terangan,” ucap Sri Wartini, Sabtu (9/11/2024).
Baca Lainnya :
- Pacu Produktivitas, Dispora Kaltim Beri Dukungan Teknologi untuk Karang Taruna0
- Kreativitas Pemuda Kaltim Diadu di Festival Musik November 2024, Segera Daftar!0
- Sinergi dan Inovasi Jadi Fokus Rapat Koordinasi Sekretariat DPRD Kaltim0
- Jahidin: Pembentukan AKD Jadi Kunci Pelaksanaan Tugas DPRD Kaltim0
- Kaltim Raih Prestasi Gemilang di Peparnas XVII, Salehuddin Dorong Sinergi untuk Perkuat Dukungan Atl0
Sri menjelaskan, meskipun ASN diperbolehkan hadir dalam acara kampanye, kehadiran tersebut harus sebatas untuk memahami visi dan misi para kandidat, bukan untuk menunjukkan dukungan politik. Menurutnya, netralitas ASN merupakan bagian dari profesionalisme yang harus dijaga, terutama dalam situasi politik seperti Pilkada.
“Para ASN harus netral. Kita boleh mendengar dan memahami visi misi dari kandidat, namun tidak boleh menunjukkan sikap keberpihakan,” tambahnya.
Dispora Kaltim, lanjut Sri, telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga netralitas ASN, termasuk melalui apel rutin dan imbauan tertulis yang diberikan secara berkala. Hal ini diharapkan dapat memastikan ASN di lingkungan Kaltim selalu menjaga profesionalisme mereka dan tidak terlibat dalam politik praktis yang dapat mempengaruhi kinerja sebagai pelayan publik.
“Upaya ini dilakukan agar ASN Kaltim selalu menjaga profesionalisme dan tidak terlibat dalam politik praktis yang dapat mempengaruhi kinerja mereka sebagai pelayan publik,” jelasnya.
Sri juga berharap agar masyarakat luas memahami pentingnya netralitas ASN dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Dispora Kaltim, menurutnya, berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan mendukung pelaksanaan Pemilu yang profesional. (Adv).










.jpg)
