- Neni Tekankan Tukin Kepala OPD Berkaitan dengan Disiplin dan Tanggung Jawab Kerja
- Hadapi Tekanan Fiskal 2027, Pemkot Bontang Diminta Siapkan Skenario Anggaran
- Agus Haris Buka Turnamen Voli Antar Kelurahan, Dorong Penguatan Persaudaraan Warga Bontang
- Neni Tekankan Pejabat Fungsional Pemkot Bontang Harus Bekerja Berbasis Target dan Dampak
- Musda VI PPI Bontang Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda dalam Pembangunan
- DBH Belum Jelas, Neni Soroti Terbatasnya Ruang Fiskal Pemkot Bontang
- Dana Pro RT Plus Turun Jadi Rp20 Juta, Neni Perketat Pengawasan Penggunaan Anggaran
- Pemkot Bontang Perluas Akses Angkutan Pelajar, Wilayah Terpencil Jadi Sasaran
- Pelantikan Sekda Definitif Bontang Ditarget Sebelum 1 Oktober, Tiga Nama Masuk Tahap Final
- Di Tengah Tekanan Fiskal, Neni Pastikan Perlengkapan Sekolah Gratis Tetap Berlanjut
Di Tengah Tekanan Fiskal, Neni Pastikan Perlengkapan Sekolah Gratis Tetap Berlanjut

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni
Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang memastikan program perlengkapan sekolah gratis tetap menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pendidikan masyarakat. Meski kondisi keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan program, bantuan bagi peserta didik tetap diupayakan berlanjut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan keberadaan program tersebut memiliki dampak langsung bagi keluarga. Bantuan perlengkapan sekolah dinilai dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa harus menanggung seluruh biaya dari kantong pribadi.
Menurutnya, pemerintah akan terus mengevaluasi kemampuan anggaran daerah agar program yang telah berjalan dapat dipertahankan.
Baca Lainnya :
“Kita tentu harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, tetapi kebutuhan anak-anak untuk sekolah tetap menjadi perhatian. Yang penting program yang menyentuh masyarakat seperti ini terus kita upayakan,” ujar Neni, Kamis (10/9/2026).
Pada 2026, Pemkot Bontang mengalokasikan Rp24,27 miliar untuk program perlengkapan sekolah gratis. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 19.970 siswa SD dan 9.850 siswa SMP.
Paket bantuan mencakup seragam, sepatu, tas, hingga buku tulis. Untuk pengadaan seragam, pemerintah menyiapkan Rp7,27 miliar bagi siswa SD dan Rp3,73 miliar bagi siswa SMP.
Sementara kebutuhan sepatu sekolah berbahan mesh dialokasikan Rp4,4 miliar untuk siswa SD dan Rp2,17 miliar untuk siswa SMP.
Untuk tas sekolah model punggung, anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,26 miliar bagi siswa SD dan Rp1,61 miliar bagi siswa SMP.
Adapun pengadaan buku tulis mencakup 19.970 paket untuk siswa SD dengan anggaran Rp1,2 miliar serta 9.850 paket untuk siswa SMP senilai Rp595,92 juta. Buku tersebut menggunakan desain sampul khusus atau kustom.
Neni menilai bantuan perlengkapan sekolah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan barang bagi siswa, tetapi juga menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga akses pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dalam setiap penyusunan kebijakan pendidikan, dengan tetap memperhitungkan kemampuan fiskal daerah.
“Setiap tahun pasti kami evaluasi. Selama ruang fiskalnya memungkinkan dan manfaatnya memang besar bagi masyarakat, tentu akan kami pertahankan,” pungkasnya.










.jpg)
