- Neni Tekankan Tukin Kepala OPD Berkaitan dengan Disiplin dan Tanggung Jawab Kerja
- Hadapi Tekanan Fiskal 2027, Pemkot Bontang Diminta Siapkan Skenario Anggaran
- Agus Haris Buka Turnamen Voli Antar Kelurahan, Dorong Penguatan Persaudaraan Warga Bontang
- Neni Tekankan Pejabat Fungsional Pemkot Bontang Harus Bekerja Berbasis Target dan Dampak
- Musda VI PPI Bontang Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda dalam Pembangunan
- DBH Belum Jelas, Neni Soroti Terbatasnya Ruang Fiskal Pemkot Bontang
- Dana Pro RT Plus Turun Jadi Rp20 Juta, Neni Perketat Pengawasan Penggunaan Anggaran
- Pemkot Bontang Perluas Akses Angkutan Pelajar, Wilayah Terpencil Jadi Sasaran
- Pelantikan Sekda Definitif Bontang Ditarget Sebelum 1 Oktober, Tiga Nama Masuk Tahap Final
- Di Tengah Tekanan Fiskal, Neni Pastikan Perlengkapan Sekolah Gratis Tetap Berlanjut
Pemkot Bontang Perluas Akses Angkutan Pelajar, Wilayah Terpencil Jadi Sasaran

Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang mulai menyiapkan strategi untuk memperluas layanan transportasi bagi pelajar, khususnya siswa yang tinggal di kawasan jauh dari pusat kota. Kehadiran armada angkutan sekolah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan siswa terhadap kendaraan pribadi saat berangkat maupun pulang sekolah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kebutuhan angkutan sekolah masih cukup besar. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan armada yang tersedia, tetapi juga berupaya menambah kendaraan melalui sejumlah sumber pembiayaan.
Saat ini, dua unit kendaraan tengah disiapkan. Satu unit direncanakan melalui anggaran perubahan, sedangkan satu unit lainnya berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bontang Transport.
Baca Lainnya :
“Harapannya armada ini nanti bisa benar-benar menjangkau anak-anak yang selama ini aksesnya cukup sulit, bukan hanya beroperasi di kawasan yang mudah dijangkau,” ujar Neni, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan armada angkutan sekolah di Bontang sebenarnya jauh lebih besar. Pemkot bahkan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan tambahan kendaraan.
Dalam usulan tersebut, Pemkot Bontang mengajukan sebanyak 16 unit angkutan sekolah. Namun, jumlah kendaraan yang nantinya disetujui pemerintah pusat masih menunggu proses lebih lanjut.
“Memang kita mengusulkan cukup banyak karena kebutuhannya juga tersebar di beberapa wilayah. Kalau yang terealisasi belum sesuai usulan, tetap akan kita manfaatkan untuk melayani siswa,” katanya.
Sementara itu, satu unit kendaraan melalui skema TJSL Bontang Transport direncanakan berupa bus berukuran kecil dengan kapasitas sekitar 13 hingga 16 penumpang.
Neni menjelaskan skema TJSL dipilih karena Bontang Transport tidak dapat memberikan dividen kepada Pemerintah Kota Bontang berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sebagai bentuk kontribusi perusahaan, dukungan kemudian diarahkan untuk penyediaan sarana transportasi sekolah.
“Kontribusi melalui TJSL ini kami arahkan ke kebutuhan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, salah satunya menyediakan kendaraan untuk anak-anak sekolah,” jelasnya.
Ke depan, Neni ingin layanan angkutan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan antarjemput biasa, tetapi memiliki rute yang menyesuaikan lokasi tempat tinggal siswa. Wilayah seperti Bontang Lestari menjadi salah satu kawasan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Ia menilai sistem penjemputan dapat menjadi solusi bagi siswa yang selama ini harus berjalan kaki dalam jarak cukup jauh atau masih bergantung pada sepeda motor orang tua.
“Kalau rutenya nanti bisa disusun berdasarkan titik-titik kebutuhan siswa, armadanya akan lebih efektif. Kita ingin anak-anak punya pilihan transportasi yang aman untuk ke sekolah,” pungkasnya.










.jpg)
