- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Buang Sampah Sembarangan di Bontang, Siap Dipenjara 6 Tahun atau Denda Rp50 Juta

Keterangan Gambar : Salah satu TPS yang telah disediakan DLH Kota Bontang di Kelurahan Berbas Tengah .
ANALOGNEWS.id - Dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Kota Bontang menyiapkan sanksi kepada setiap orang yang membuang sampah dengan sembarangan.
Hal ini tertuang melalui Surat Edaran Wali Kota Bontang Nomor 188.65/825/DLH/2022 Tentang Pelaksanaan Program Kebersihan Lingkungan di Kota Bontang.

Baca Lainnya :
- Program Bank Sampah Solusi Kurangi Sampah Plastik0
- Tahu Aurel Hermansyah Anak Krisdayanti, Arsy Hermansyah Syok : Bunda Apanya?0
- Mulai 1 Juli 2022 Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar MyPertamina 0
- Minta Gaji Tinggi, Liverpool Bakal Jual Muhammad Salah0
- Aturan Wajib Hijab Dicabut, Perempuan Arab Ramai Berambut Pendek0
Penerapan sanksi dan denda bagi pelanggar diatur dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah.
Dalam pasal pasal 65 berbunyi setiap orang yang melanggar akan dikenakan pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak RP 50.000.000.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Hasman mengatakan, sebelum aturan tersebut diterapkan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi ke masyarakat.
"Terlebih dahulu kita akan melakukan sosialisasi kepada teman-teman yang ada di kecamatan dan kelurahan. Setelah itu kecamatan dan kelurahan yang akan melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dan mengundang kami ikut serta dalam sosialisasi tersebut," kata Hasman, saat dihubungi Analognews, Rabu (29/6/2022).
Dia menyampaikan, dalam aturan ini dijelaskan bahwa setiap orang dilarang;
1. Membuang sampah tidak pada tempat yang telah disediakan.
2. Melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di Tempat Pemrosesan Akhir (TPS)
3. Membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.
4. Membuang Sampah dengan volume dan/atau ukuran besar di Tempat Penampungan Sementara (TPS)/ Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
5. Memasukkan sampah dari luar wilayah Kota Bontang ke TPS/TPST/TPA kecuali mendapat izin dari wali kota.
6. Membuang sampah puing bongkaran bangunan ke TPS/TPST.
7. Menumpuk sampah di luar kontainer atau gerobak di kawasan TPS/TPST.
8. Membuang sampah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke TPS/TPST.
9. Mencampur sampah dengan B3.
10. Mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan.
Namun, Hasman mengungkapkan, selama dalam tahap sosialisasi, masyarakat yang ditemukan melanggar hanya diberi teguran.
"Apabila dalam tahap sosialisasi masyarakat ada yang kedapatan buang sampah sembarangan, pihaknya tidak langsung memberi sanksi akan tetapi hanya diberi teguran. Karena masih dalam tahap sosialisasi". ungkapnya. (Ar/An)










.jpg)
