- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Program Bank Sampah Solusi Kurangi Sampah Plastik

Keterangan Gambar : Iliyanti, Ketua Bank Sampah Buncis di Kelurahan Guntung, Kota Bontang
ANALOGNEWS.id - Berawal dari keresahan, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Guntung, Kota Bontang menyulap sampah sekitar tempat tinggalnya menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Ibu Iliyanti resah, sampah di lingkungan sekitar rumahnya selalu berserakan di pinggir jalan. Bahkan, mengeluarkan aroma tak sedap jika telah menumpuk lama.
Dengan bimbingan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang dan bantuan PT Kaltim Methanol Industri (KMI) perempuan yang akrab disapa Yanti ini, kemudian membentuk bank sampah yang diberi nama Buncis
Baca Lainnya :
- Tahu Aurel Hermansyah Anak Krisdayanti, Arsy Hermansyah Syok : Bunda Apanya?0
- Mulai 1 Juli 2022 Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar MyPertamina 0
- Minta Gaji Tinggi, Liverpool Bakal Jual Muhammad Salah0
- Aturan Wajib Hijab Dicabut, Perempuan Arab Ramai Berambut Pendek0
- Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Libatkan 2.325 TKA0
"Dari situlah Bank Sampah Buncis ini terbentuk," kata Yanti saat ditemui di rumahnya, Senin (27/6/2022).
Yanti mengatakan, melalui bank sampah yang di bentuk itu dia mengajak warga untuk tidak lagi membuang sampah dipinggir jalan.
Dia mengajak masyarakat untuk membuang sampah ditempat yang disediakan kemudian ditukarkan dengan sembako atau sayuran. Sampah yang terkumpul diolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Sampah non organik yang dikumpulkan dia sulap menjadi pot dan kemudian digunakan untuk menanam sayur-sayuran. Sedangkan sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos.
Selain menambah penghasilan, hal itu juga dapat menekan penumpukan sampah di Tempat pemrosesan Akhir (TPA).
"Saya mendirikan bank sampah ini dengan tujuan mengedukasi dan meningkatkan kretifitas masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang lagi, karena sampah-sampah rumahan bisa bernilai ekonomis jika di buat menjadi suatu produk," ungkapnya.
Bank Sampah Buncis saat ini telah memiliki anggota aktif 20 orang, yang didominasi anak anak sekolah. "Yang menjadi nasabah di Bank Sampah Buncis, bisa menukarkan sampahnya dengan sembako, sayur atau produk kerajinan sesuai kebutuhan nasabah bank sampah," tambah Yanti.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Hasman mengapresiasi kegigihan Yanti dalam membangun bank sampah.
Bank sampah Buncis di Guntung kata dia, merupakan salah satu bank sampah unit dan aktif yang dimiliki kota Bontang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
Dia bilang, kehadiran Bank sampah ini dapat mengurangi sampah plastik di TPA. Selain itu, juga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.
"Bank sampahnya sudah bagus, bisa dilihat dari keaktifan pengurus, nasabah, dan juga kreativitas dari bank sampahnya. Dengan kehadiran Bank Sampah Buncis, sampah yang terbuang di kontainer TPS 3R Guntung berkurang," ucap Hasman saat dihubungi pada Selasa (28/2022). (Ar/An)










.jpg)
