- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Aspiannur: DPM-PTSP Bontang Kerap Membina Pelaku Usaha

Keterangan Gambar : Kantor pelayanan DPM-PTSP Bontang
ANALOG NEWS - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang kerap melakukan pembinaan terhadap perusahaan yang telah memiliki izin usaha.
Pembinaan ini dilakukan sesuai dengan peraturan baru mengenai OSS RBA, yaitu UU Nomor 11 Tahun 2022, di mana penyelenggara perizinan berusaha berbasis risiko secara online dapat memberikan layanan kepada pelaku usaha seperti Usaha Mikro Kecil (UMK), Non-Usaha Mikro Kecil (Non UMK), dan mempermudah pelaku usaha mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Sampai saat ini, pembinaan atau sosialisasi terhadap perusahaan yang memiliki izin telah dilaksanakan dua kali," ujar Kepala DPM-PTSP Bontang, Aspiannur.
Baca Lainnya :
- DPM-PTSP Bontang Optimalkan Pelayanan Pengaduan0
- Pelayanan Online DPM-PTSP Bontang0
- Lingkungan Ramah Anak, Urus Perizinan DPM-PTSP Bontang Lebih Nyaman0
- DPM-PTSP Bontang Ingatkan Perusahaan Tidak Berizin Bisa Disegel0
- Kepala DPM-PTSP Bontang: Prosedur Izin Pengumpulan Uang dan Barang0
Sosialisasi pertama membahas mengenai implementasi pengawasan perizinan berbasis risiko dan sosialisasi kedua membahas mengenai implementasi perizinan berbasis risiko.
“Kita sudah melakukan dua kali pembinaan atau sosialisasi di mana terakhir kami melakukan pembinaan di Hotel Grand Mutiara dengan peserta sebanyak 200-an orang. Sosialisasi tersebut membahas mengenai implementasi perizinan berbasis risiko, jadi implementasinya kami itu,” tambahnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, Aspiannur juga menekankan mengenai pentingnya laporan kegiatan oleh masing-masing perusahaan yang telah memiliki izin.
“Tugas kami setelah orang punya usaha kami melakukan pembinaan untuk membuat laporan kegiatan. Jika semua perusahaan yang memiliki izin usaha aktif dalam membuat laporan kegiatan, maka hal tersebut akan meningkatkan realisasi investasi Kota Bontang. Tujuan kita itu,” singkatnya. (ADV)










.jpg)
