- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Antusiasme Masyarakat Salo Cella Hadiri Soswasbang DPRD

Keterangan Gambar : Baharuddin Demmu melaksanakan Agenda Soswasbang ke -6 DPRD provinsi Kalimantan Timur di desa Salo Cella.
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Soswasbang) ke -6 di Desa Salo Cella, Muara badak, Kutai Kartanegara, Selasa, (21/11/2023)
Agenda Soswasbang tersebut turut dihadiri oleh Masyarakat sekitar, serta dua narasumber yakni, Dr. Haris Retno Susmiyati, S.H, M.H dan Alfian, S.H, M.H, dan di Moderatori oleh Siti Rahmah, S.H.
Soswasbang dimulai dengan pemaparan dari narasumber Pertama, Dosen Fakultas Hukum Unmul, Haris Retno yang mengatakan kegiatan Soswasbang ini sangat penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat wujud dari nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Lainnya :
- Uji Publik Raperda Ponpes Kaltim Rampung Dilaksanakan0
- Seno Aji Perjuangkan 40 Persen Tenaga Kerja Lokal Isi Pembangunan di IKN0
- Mimi Dorong Adanya Investigasi Pertambangan Lanjutan Ungkap Berbagai Kasus Tambang di Kaltim0
- Punya Pengaruh Pada PAD, Agiel: BUMD Harus Meningkatkan Kinerja0
- APBD 2024 Diharap Berfokus Pada Sektor Pendidikan dan Kesehatan0
“Ini semua kan bagaimana memperkuat kehidupan kebangsaan untuk mencapai tujuan negara yang didalam pembukaan UUD 45 khususnya alinea ke- 4 dikatakan salah satunya dalam menciptakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh warga negara Indonesia, saya kira itu tujuan kita,” jelas dirinya.
Dia kemudian menutup terkait pentingnya wawasan kebangsaan. “Wawasan kebangsaan menentukan identitas bangsa, kita mempunyai ciri khas yang membedakan kita dengan bangsa lain yaitu empat pilar kebangsaan dan kita harus bangga dengan hal ini,” tutupnya.
Kemudian dilanjutkan oleh, Narasumber kedua, Alfian yang memaparkan lebih rinci tentang ruang lingkup empat konsensus wawasan kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan, Bhineka Tunggal Ika.
Ia pun memaparkan implementasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan, Bhineka Tunggal Ika. Dia memberikan sejumlah contoh, yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Usai kedua pemateri, giliran Baharuddin Demmu berdialog dengan peserta Soswasbang. Dia menjelaskan, bahwa agenda hari ini merupakan upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme di seluruh lapisan masyarakat dan upaya DPRD Kaltim sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
“DPRD Kaltim mempunyai peranan penting dalam rangka mensosialisasikan wawasan kebangsaan ke wilayah kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur,” ucap Bahar.
Baharuddin juga menjelaskan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD Kaltim. Dirinya berharap agar masyarakat memahami apa saja peran yang bisa ia lakukan, untuk mengoptimalkan kinerja anggota dewan, sebagai pejuang aspirasi masyarakat.
Dia juga berpesan, agar masyarakat yang telah menjadi peserta Soswasbang, dapat menyebarkan paham kebangsaan dari lingkup terkecil di keluarga, hingga masyarakat sekitar.
“Dengan memahami konsep kebangsaan, bangsa kita tidak akan mudah terpengaruh dengan budaya-budaya negatif dari luar. Termasuk dapat berperan menangkal radikalisme,” kata Baharuddin Demmu. (Adv)










.jpg)
