- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
APBD 2024 Diharap Berfokus Pada Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Keterangan Gambar : Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kalimantan Timur dorong Nggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) 2024 didorong untuk memfokuskan pada pengembangan pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Diketahui beberapa waktu lalu, APBD 2024 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan APBD Murni 2023 Dengan kenaikan sebesar Rp3 triliun.
“Dari APBD 2023 ke APBD 2024 dari Rp17,1 triliun menjadi Rp20,67 triliun dalam APBD murninya,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun beberapa waktu lalu.
Baca Lainnya :
- Sapto Dorong Pemanfaatan Aset yang Berkelanjutan0
- Angka Kemiskinan Kaltim Kembali Naik, Legislator Kaltim Berikan Tanggapan0
- Anggota Komisi II DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolahan Sungai Mahakam0
- Masuk Daftar Warga Miskin, Anggota DPRD Sebut Data BPS Ngawur0
- Dalam Rangka Perencanaan Propemperda Kubar 2024, Sekwan Kubar Konsultasi ke DPRD Kaltim0
Samsun pun mendorong agar adanya peningkatan kinerja pemerintah daerah terhadap pengelolaan keuangan daerah.
"Yang harus menjadi perhatian khusus adalah terkait pengelolaan belanja di bidang kesehatan dan pendidikan," sebutnya.
“Kalau APBD 2024 itu belanja wajib di bidang pendidikan harus mencapai 20 persen dan Begitupun bidang kesehatan 10 persen, sehingga itu perlu menjadi perhatian agar benar mencapai realisasi di angka tersebut," sambungnya.
Sementara itu, politisi PDIP itu mengapresiasi terhadap peningkatan APBD 2024 yang mencapai Rp20,6 triliun.
“APBD kita di 2024 termasuk sangat tinggi begitupun dengan APBD perubahan 2023 juga. Harapannya peningkatan tersebut dapat magatasi persoalan-persoalan yang ada di Kalimantan Timur," katanya.
Samsun berharap, dengan terus naiknya nilai APBD Kaltim. Berjalan lurus dengan peningkatan taraf hidup di semua wilayah di Bumi Etam. Dari perkotaan, hingga pelosok pedesaan.
"Jangan sampai bertambahnya APBD bukan produktif malah tambah banyak yang silpa,” tutupnya. (Adv).










.jpg)
