- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Tantangan Sanitasi, Menyadarkan Masyarakat untuk Menjaga Kesehatan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Padatnya pemukiman di Kota Samarinda kini terselip satu masalah penting sering kali terabaikan, sanitasi. Dalam kesibukan kehidupan sehari-hari, banyak yang tidak menyadari dampak buruk dari fasilitas sanitasi yang tidak memadai.
Andi Satya Adi Saputra, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini.
Menurutnya, masalah sanitasi buruk tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi lebih dari itu, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. "Sering kali, warga mengabaikan dampak serius dari fasilitas sanitasi yang buruk," ujar Andi Satya saat diwawancarai.
Baca Lainnya :
- Menggali Potensi Cokelat Lokal, DPRD Kaltim dan Pj Gubernur Kunjungi Desa Budaya Lung Anai0
- Peresmian GKII Linggang Kebut: Simbol Harmoni dan Spiritualitas di Kutai Barat0
- Peran Strategis Pemuda dalam Ketahanan Pangan di Kaltim0
- Tantangan Literasi di Tengah Pesatnya Kemajuan Dunia Digital0
- Kalimantan Timur dan Tantangan Ketahanan Pangan di Era IKN0
Politisi muda dari Partai Beringin ini, yang juga seorang dokter, menjelaskan bahwa sanitasi yang tidak layak bisa memicu berbagai penyakit, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Ia pun menekankan pentingnya langkah proaktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sanitasi yang buruk.
"Masyarakat perlu disadarkan akan bahaya dari sanitasi yang tidak layak," tegasnya.
Andi Satya menyarankan penggunaan media sosial sebagai sarana untuk kampanye pola hidup bersih dan lingkungan sehat, khususnya di permukiman padat. Media sosial, menurutnya, bisa menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan informasi dan membangun kesadaran bersama.
Selain itu, Andi Satya juga menyoroti peran pemerintah dalam menangani isu sanitasi ini. Sebagai anggota DPRD, ia berkomitmen untuk mendukung berbagai program peningkatan sanitasi, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
“Kami akan terus mendorong agar program-program peningkatan kualitas sanitasi berjalan dengan baik," ucapnya penuh semangat.
Bagi Andi Satya, isu sanitasi bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Menurutnya, dengan upaya yang berkelanjutan, kualitas lingkungan di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda, dapat semakin membaik.
"Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga martabat kita sebagai masyarakat yang peduli lingkungan," tutupnya, berharap agar kesadaran dan perhatian terhadap sanitasi menjadi lebih kuat di kalangan masyarakat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
