- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sarkowi: Penegakan Hukum Butuh Aturan, Aparat, dan Kesadaran Masyarakat

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V. Zahry. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Penegakan hukum yang efektif tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aturan, tetapi juga oleh konsistensi aparat dan kesadaran masyarakat. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V. Zahry, saat ditemui belum lama ini.
Menurutnya, keberhasilan hukum di Indonesia, termasuk di Kaltim, bertumpu pada tiga aspek utama: aturan atau legal substance, aparat penegak hukum atau legal structure, serta dukungan masyarakat atau legal culture. “Ketiganya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Sarkowi menjelaskan, legal substance adalah keluaran sistem hukum berupa peraturan dan keputusan yang menjadi pedoman bagi pengatur maupun yang diatur. Sedangkan legal structure merujuk pada kelembagaan yang dibentuk untuk menjalankan fungsi hukum tersebut.
Baca Lainnya :
- DPRD Desak Pusat Beri DBH Batu Bara Lebih Adil untuk Kaltim0
- Ketua DPRD Kaltim Soroti Penurunan APBD 2026, Minta Sumber Pendapatan Baru0
- APBD Kaltim 2026 Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Strategi Efisiensi0
- DPRD Kaltim Desak Inpres Atasi Tambang Ilegal0
- DPRD Kaltim Dorong Stadion Samarinda 0
Lebih jauh, legal culture menurutnya adalah nilai, sikap, serta kesadaran masyarakat dalam mendukung berjalannya sistem hukum. Tanpa budaya hukum yang kuat, aturan dan aparat tidak akan berjalan optimal.
“Aturannya sudah ada, tapi kalau aparat tidak konsisten, sulit juga. Apalagi kalau masyarakat cuek atau bahkan bisa dimanfaatkan, kondisi akan semakin parah,” tegasnya.
Sarkowi menekankan bahwa penguatan ketiga aspek itu harus menjadi prioritas bersama agar penegakan hukum di Kaltim bisa berjalan adil, tegas, dan benar-benar berpihak pada masyarakat. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
