- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sampah Membayangi Tanjung Jumlai

Keterangan Gambar : Pantai Tanjung Jumlai. (*)
ANALOGNEWS.id, PPU- Langit biru dan desir ombak Pantai Tanjung Jumlai tak selalu seindah gambar promosi wisata. Di sela riak air yang menepi, botol plastik, kantong kresek, dan sisa makanan kerap teronggok di pasir. Pemandangan itulah yang membuat Jamaluddin, Sekretaris Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, gelisah.
Sudah berkali-kali ia bersama warga setempat membersihkan pesisir pantai yang terletak di Kelurahan Salo Loang itu. Namun upaya itu kerap buyar seketika setelah keramaian pengunjung datang.
“Pantainya bersih hanya di awal. Begitu ramai, semua berubah. Sampah-sampah ditinggal begitu saja, padahal tempat sampah sudah tersedia,” ujar Jamaluddin ketika ditemui awal pekan ini.
Baca Lainnya :
- DPRD PPU Soroti Pelabuhan yang Belum Modern, Tamu Bingung Identitas Daerah0
- CSR yang Kabur di Balik Gerbang Perusahaan0
- Budidaya Rumput Laut di PPU: Antara Gelombang Laut dan Peluang Tambak0
- Andi Yusuf Dorong Strategi Berani Tarik Dokter ke PPU Lewat Insentif Kompetitif0
- Jhon Kenedi: Pelabuhan Baru Harus Jadi Ikon, Bukan Sekadar Proyek0
Tanjung Jumlai sebetulnya menyimpan potensi wisata yang tak sedikit. Hamparan pasirnya yang luas dan ombak yang bersahabat membuat kawasan ini kerap menjadi tujuan liburan warga Penajam dan sekitarnya. Namun kebiasaan membuang sampah sembarangan perlahan mencoreng citra pantai.
Menurut Jamaluddin, rendahnya kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan membuat kerja bakti warga dan petugas kebersihan seakan tak pernah selesai. Setiap pekan, halaman pesisir harus dibersihkan ulang.
“Kalau dibiarkan, lama-lama sampah ini bisa mencemari laut dan merusak ekosistem,” kata dia.
Jamaluddin mendorong Dinas Lingkungan Hidup Penajam Paser Utara untuk lebih aktif mengedukasi pengunjung, tak hanya dengan spanduk peringatan, tetapi juga dengan pendekatan persuasif di lapangan. Menurut dia, kebiasaan buruk ini tak bisa hanya diatasi dengan aturan, melainkan perubahan perilaku yang ditumbuhkan secara konsisten.
“Kalau hanya imbauan sekali-dua kali, hasilnya tak akan banyak. Edukasi harus terus dilakukan, agar orang merasa malu kalau buang sampah sembarangan,” ucapnya.
Ia berharap, seiring promosi wisata daerah, pemerintah juga serius memikirkan cara membuat Tanjung Jumlai tetap bersih dan nyaman. Sebab bagi Jamaluddin, pantai bukan sekadar tempat berlibur. Ia juga cermin bagaimana sebuah daerah menjaga lingkungan yang menjadi rumah bersama. (Adv)










.jpg)
