- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Raup Muin Ingin Pemkab PPU Kembangkan Sektor Pariwisata

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, mendesak pemerintah kabupaten untuk lebih agresif dalam mengembangkan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Menurutnya, potensi pariwisata di PPU sudah seharusnya dikembangkan mengingat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin pesat di Kecamatan Sepaku, PPU.
“Pariwisata adalah salah satu sektor yang harus dikembangkan seiring pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur,” ujar Raup Muin.
Baca Lainnya :
- DPRD Kabupaten PPU Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Pembangunan0
- DPRD PPU Dorong Peningkatan Kualitas Pertanian0
- Syahrudin M Noor Dukung Kemajuan Industri Pariwisata di PPU untuk Tingkatkan PAD0
- Legislator PPU Abdul Rahman Wahid Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik0
- Hadapi IKN, Wakil Ketua DPRD PPU Dorong Pengembangan TPI di Waru dan Babulu0
Raup Muin mengungkapkan bahwa meskipun pengumuman pemindahan ibu kota negara sudah dilakukan sejak tahun 2019, hingga tahun 2024 ini, ia belum melihat adanya geliat yang signifikan dalam pengembangan sektor pariwisata di PPU.
“Ada peluang sebenarnya kalau kita mampu melihat dari sisi pariwisata di PPU ini. Kita tidak ingin orang-orang di IKN sana berlibur lagi ke Kota Balikpapan atau luar PPU,” tegas Raup Muin.
Ia berharap agar Pemkab PPU dapat melihat sektor pariwisata sebagai salah satu peluang besar dalam memajukan ekonomi daerah, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Menurut Raup, pengembangan pariwisata tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik PPU sebagai tujuan wisata bagi pengunjung dari luar daerah.
"Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan destinasi wisata yang menarik dan mendatangkan lebih banyak wisatawan ke PPU,” ujarnya. (Adv)










.jpg)
