- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Presiden Jokowi Pilih \'Nusantara\' Sebagai Nama Ibu Kota Negara yang Baru

ANALOGNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memilih Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Hal ini diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.
Suharso menyebut Nusantara dipilih karena kata tersebut telah dikenal sejak dulu.
Menurutnya, dari nama Nusantara diharapkan IKN Baru bisa menggambarkan kenusantaraan Indonesia.
Baca Lainnya :
- JK Sebut 11 Konflik Besar yang Terjadi di Indonesia Karena Ketidakadilan0
- Warga di Makassar Geger, Sebuah Koper Misterius Diduga Berisi Bom0
- Peneliti Temukan Kandungan Ganja Dapat Mencegah Corona Masuk ke Sel Tubuh Manusia0
- Polda Kaltim Sebut 12.300 MT Batubara Milik PT MSJ Dicuri Penambang Ilegal0
- Inilah Sosok Wanita Cantik Berusia 24 Tahun yang Ditangkap Bersama Bupati PPU0
"Mudah-mudahan dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," tegas Suharso.

Suharso menambahkan nama IKN baru, awalnya akan dikirimkan kepada DPR RI berbarengan dengan Surat Presiden (Surpres) tentang Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pada 29 September 2021 lalu.
"Tetapi ditahan dan saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dan perintah langsung dari Bapak Presiden itu pada hari Jumat. Jadi ini sekarang hari Senin, pada hari Jumat lalu," beber Suharso.
Dia melanjutkan, terpilihnya Nusantara sebagai nama IKN baru turut menanggalkan lebih dari 80 nama yang diajukan pihaknya kepada Jokowi.
"Ada sekitar 80 lebih, tetapi kemudian akhirnya dipilih kata Nusantara tanpa kata Jaya," jelasnya.
Dia menjelaskan, dalam pemilihan nama untuk IKN baru, pihaknya telah memanggil ahli bahasa, ahli sejarah, dan sejumlah pakar lainnya. Adapun, nama-nama yang sempat diajukan kepada Jokowi antara lain Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Warna Pura, Cakrawala Pura, hingga Kertanegara.
"Mereka yang punya otoritas untuk memberikan knowledge kepada kami, para pakar itu untuk memilih kata-kata yang paling tepat dan ini begitu besar sekali," ujarnya.
Sementara itu, Panja RUU IKN Ahmad Doli Kurnia meminta pemerintah menyiapkan penjelasan dari penamaan Nusantara. Menurutnya, hal itu penting dilakukan untuk menambah pengetahuan meskipun Panja RUU IKN menyepakati penamaan tersebut.
"Saya juga meminta pemerintah menyiapkan penjelasan agar Pasal 1 ini tidak multitafsir. Saya menilai Ibu Kota Negara adalah statusnya, namun namanya Nusantara," ujarnya. (Redaksi/AN)










.jpg)
