- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
PLN Minta Suntikan Dana Rp10 Triliun dari Pemerintah, Buat Apa ya?

Keterangan Gambar : Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali. Foto: Dok. PLN
ANALOGNEWS.id - PT PLN (Persero) meminta suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2023 sebesar Rp 10 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, Rabu (15/6/2022).
Darmawan mengatakan, dana tersebut akan digunakan PLN untuk membangun berbagai infrastruktur ketenagalistrikan perusahaan.
"Pada 2023 PLN mengajukan PMN sebesar Rp 10 triliun dengan alokasi masing masing regional," jelas Darmawan.
Baca Lainnya :
- Ini Alasan Polisi Kepung Rumah Nikita Mirzani0
- Timnas Lolos Piala Asia, Kabarnya Tersiar Hingga ke Inggris0
- DLH Bontang Menjaga Ekosistem Laut dengan Kapal Pengangkut Sampah0
- Ayu Ting Ting Masuk Kandidat Wanita Tercantik di Dunia0
- Aktor Iko Uwais Terlibat Penganiayaan, Polisi Jadwalkan Pemanggilan0
Untuk regional Jawa Madura Bali (Jamali), dana yang dibutuhkan senilai Rp 2 triliun, yang digunakan untuk menggantikan suplai listrik yang selama ini disediakan mandiri oleh masyarakat dan digantikan dengan suplai listrik perusahaan.
Kemudian untuk regional Sumatera Kalimantan, senilai Rp 4,5 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan pembangunan transmisi untuk menghubungkan kelistrikan di daerah terpencil.
Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) sebesar Rp 3,5 triliun diperuntukkan untuk membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat berupa PLTM, PLTA, PLTMG, dan PLTG, juga membangun transmisi dalam rangka menghubungkan kelistrikan di daerah terpencil.
Untuk mencapai Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik 100 persen, Darmawan menyebut, dibutuhkan total anggaran Rp 18 hingga Rp 20 triliun.
Di mana regional Jamali membutuhkan Rp 2,03 triliun, regional Sumatera kalimantan membutuhkan Rp 9,93 triliun, dan regional Sulmapana membutuhkan Rp 6 triliun.
"Kebutuhan PMN secara menyeluruh agar rasio elektrifikasi bisa mendekati 100 persen adalah sekitar Rp 18 triliun hingga Rp 20 triliun dan untuk itu kami tahun ini mengajukan Rp 10 triliun," ujarnya.
Sumber : Kumparan










.jpg)
