- Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Rusunawa Bontang Dibagi Sesuai Kebutuhan Penghuninya
- Rusunawa Api-Api Punya Kriteria Khusus, Perkim Bontang Prioritaskan Warga Tidak Mampu
- Tak Ada Batas Minimal dan Maksimal Penghasilan Bagi Calon Penghuni, Usman: Asal Mampu Bayar Sewa
- Rusunawa Loktuan dan Guntung Usung Konsep Studio, Cocok untuk Pekerja dengan Mobilitas Tinggi
- Rusunawa di Bontang Punya Fasilitas Berbeda, Rusunawa Api-Api Diprioritaskan untuk Warga Berpenghasi
- Tarif Rusunawa Bontang Bertingkat, Makin Tinggi Lantai Tarif Makin Murah
- Penyembelihan Hewan Kurban di Bontang Capai 1.957 Ekor, Data Masih Berpotensi Bertambah
- DP3AKB Bontang Dorong Penguatan Kelembagaan KRPPA di Seluruh Kelurahan
- DKP3 Bontang Pastikan Ribuan Hewan Kurban Bebas PMK dan Layak Konsumsi
- Pemkot Bontang Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul adha
Pertandingan Usai, Wali Kota Bontang Tutup Turnamen Minisoccer Kapolres Cup 2026

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri penutupan Turnamen Minicoccer Kapolres cup (Ist).
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi menutup Turnamen Minisoccer “Kapolres Cup 2026”, di Lapangan HOP 1 Pisangan, Kelurahan Satimpo, Rabu malam (13/5/2026).
Baca Lainnya :
- DPRD Bontang Setujui Pembatalan Multiyears Pengembangan Danau Kanaan0
- Pemkot Bontang Usulkan Pembatalan Multiyears Pengembangan Danau Kanaan0
- Pemkot Bontang Dorong Penguatan Regulasi melalui Delapan Raperda0
- Pemkot dan DPRD Bontang Bahas Delapan Raperda dalam Rapat Paripurna0
- Neni Hadiri Rapat Paripurna, Dewan Sampaikan Rekomendasi LKPJ Wali Kota Tahun 20250
Dalam sambutannya, Neni mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang dinilai tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat Pak Kapolres, perputaran ekonomi di Kota Bontang selama beberapa hari ini berjalan baik. Disampaikan satu kios minimal bisa mendapatkan omzet hingga Rp1 juta,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas, silaturahmi, dan persaudaraan melalui kegiatan olahraga, yang dimana melalui pertandingan ini tali silaturahmi harus tetap berjalan.
“Yang paling penting adalah silaturahmi dan persaudaraan. Kita berkumpul di sini menjunjung tinggi sportivitas. Di samping berolahraga, tentunya silaturahmi nomor satu,” tambahnya.
Sebelum laga final berlangsung, penonton disuguhkan pertandingan eksebisi antara tim TNI-Polri melawan ASN-DPRD Kota Bontang. Tim ASN-DPRD yang diperkuat Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, unggul melalui gol yang dicetak Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, serta Alfin Rausan Fikry.
Namun, tim TNI-Polri mampu menyamakan kedudukan lewat gol Danyon Arhanud 7/ABC, Bayu Adiwisuda, dan Andi Amri dari Komite Sepak Bola Mini Indonesia Kota Bontang. Pertandingan akhirnya dimenangkan ASN-DPRD melalui adu penalti dengan skor 5-4.
Sementara pada partai final, Setwan FC berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan TIDAR FC dengan skor 2-1. Posisi ketiga diraih Remtal FC setelah menundukkan Formula FC dengan skor 4-2.










.jpg)
