- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pengelolaan Sampah Samarinda Dorong Perubahan Pola Pikir Warga

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Samarinda, Jasno. (istimewa)
SAMARINDA – Persoalan sampah di Kota Samarinda dinilai tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan mengandalkan peran pemerintah. DPRD Kota Samarinda menegaskan perlunya perubahan pola pikir masyarakat, dari sekadar pengamat menjadi bagian aktif dalam sistem pengelolaan lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menyebut pengelolaan sampah saat ini telah memasuki fase transisi, dari pendekatan pembuangan menuju pengendalian dan pengurangan. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar hasilnya berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah itu proses panjang. Kalau hanya pemerintah yang bekerja, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Baca Lainnya :
- Wilayah Pinggiran Samarinda Masih Kering, DPRD Desak Pemerataan Layanan Air Bersih0
- DPRD Samarinda Nilai Literasi Belum Jadi Prioritas Pembangunan SDM0
- Perda Dinilai Tumpul di Lapangan, DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Pengawasan Lingkungan0
- DPRD Samarinda Soroti Kualitas Serapan Kerja, Bukan Sekadar Ketersediaan Lowongan0
- Sekolah di Kawasan Padat Dinilai Rawan, DPRD Samarinda Dorong Audit Keselamatan Pendidikan0
Ia menilai langkah perbaikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan menunjukkan adanya arah kebijakan baru yang lebih terstruktur. Revitalisasi kawasan TPA serta rencana penghentian sistem open dumping disebut sebagai fondasi awal pembenahan tata kelola sampah kota.
“Sekarang arahnya bukan lagi buang dan tutup mata, tapi bagaimana mengendalikan dampak dan mengurangi timbulan sampah,” katanya.
Jasno menegaskan, perubahan di sisi hilir harus dibarengi dengan perubahan perilaku di hulu, terutama di tingkat rumah tangga. Kebiasaan memilah sampah dan disiplin membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi kunci keberhasilan kebijakan jangka panjang.
“Kalau dari rumah tidak berubah, teknologi secanggih apa pun di TPA tidak akan cukup,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik publik tetap penting, namun harus disertai kontribusi nyata. Kritik tanpa keterlibatan, menurutnya, justru berisiko memperlebar jarak antara kebijakan dan praktik di lapangan.
“Kritik itu sah, tapi lebih penting lagi ikut terlibat. Lingkungan ini milik kita bersama,” ucap Jasno.
Ke depan, Pemkot Samarinda disebut tengah menyiapkan berbagai opsi pengelolaan modern, termasuk pemanfaatan teknologi dan penataan ulang kawasan pembuangan akhir. DPRD berharap langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
“Kalau warga mulai bergerak dari rumah masing-masing, perubahan besar itu akan terasa,” tandasnya.










.jpg)
