- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Novel Tyty Ajak Dinas dan Sekolah Lakukan Tes Berkala untuk Atasi HIV/AIDS

ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, mendorong implementasi tes berkala untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di setiap dinas dan sekolah.
Menurutnya, skrining awal dan tes rutin penting untuk individu dengan faktor risiko, seperti pekerja seks komersial, lesbian, atau gay.
"Yang terkait dalam faktor resiko tersebut ialah yang menjajakan Pekerjaan Seks Komersial (PSK), lesbian, atau gay," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Novel Tyty Dorong Pemkab Segera Sahkan Perda untuk Tangani Penyebaran HIV/AIDS0
- Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh0
- Ketua DPRD Kutim: Pemerintah Terus Berupaya Atasi Masalah Pasar Tumpah di Sangatta0
- DPRD Kutim Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Pengemis Anak di Sangatta0
- Ketua DPRD Kutim Prihatin Atas Penurunan Moral Anak Muda: Serukan Penanganan Narkoba di Desa0
Novel menyatakan bahwa skrining awal maupun tes berakala itu sebenarnya
wajib dilakukan kepada setiap orang yang punya faktor resiko.
Novel menekankan perlunya regulasi yang menghormati hak asasi manusia selama pelaksanaan tes, memastikan kegiatan pencegahan tidak melanggar privasi.
"Itu yang perlu kita atur, artinya harus ada regulasi yang tidak melanggar hak asasi manusia apalagi ini dalam rangka kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS," ujarnya
Ia juga menyarankan agar penyebab penyebaran HIV/AIDS diperiksa lebih dalam, dengan fokus pada tempat hiburan malam sebagai salah satu sumber utama penularan.
Dia mengatakan, perlu lebih dulu mencari akar masalah kenapa penyakit ini tinggi di Kutai Timur.
"Sekarang
tentu kita harus mencari akar masalahnya apa, dan apa penyebab utama
hal ini menular dari mana. Dan hal ini pasti juga ada larinya ke tempat
hiburan-hiburan malam," tambahnya. (adv)

Views: 391










.jpg)
